Page 147 - Proprum Fransiskan
P. 147
146
Adapun yang hendak kukatakan ialah bahwa sebagai
biarawan, jangan engkau dinina-bobokkan dalam tidur,
yang menghinggapi tidak sedikit orang yang setelah
masuk biara, cepat kehilangan semangat pertama, dan
oleh karenanya melakukan segala pekerjaannya tanpa
kegairahan budi. Betul mereka masih melaksanakan tata
tertib biara, upacara dilakukan kawanan domba, yang
mengikuti domba atau kambing, yang melompat-lompat
di depan, tetapi tidak tahu mengapa mereka berbuat
demikian. Demikian pun halnya dengan biarawan yang
dihinggapi tidur rohani; ia terus masuk memegang
kebiasaan yang sudah diterima, tetapi tidak memandang
tujuan atau manfaatnya. Tetapi engkau harus berlaku arif
dan bijaksana dan jangan mengikuti jejak orang-orang
yang bodoh; di dalam pekerjaanmu, - enteng atau berat, -
arahkanlah mata budimu kepada Allah. Dengan itu
engkau menguduskan intensi pekerjaanmu, dan
menanggung segala kemalangan dengan sabar dan kasih
kepada Allah. Berusaha menepati semuanya itu demi
kasih kepada Allah, entah engkau berdoa, entah
membaca, entah merayakan Ibadat Ilahi atau malahan
melakukan pekerjaan rumah yang sederhana. Dan
latihlah dirimu dalam segala pekerjaan cinta kasih
kepada semua orang, baik yang sehat maupun yang
sakit. Dan ketahuilah dengan pasti: jika, sambil
melakukan itu, engkau mengangkat budimu kepada
Allah, dan sering berkata: “Tuhan, semuanya ini demi
kasih kepada-Mu”, maka engkau akan tetap menga-
takannya, juga kalau engkau tidak memikirkannya.
Nasihat ini hendak kuberikan kepadamu: peliharalah
dalam dirimu keinginan yang bernyala-nyala untuk

