Page 174 - Proprum Fransiskan
P. 174

173
        dan  wanita-wanita  dari  kalangan  Protestan.  Mendengar
        keributan  itu,  para  suster  yang  tidak  jauh  rumahnya
        segera  datang  kepada  Theodorikus  dan  semua  cepat
        berkumpul  di  muka  uskup  Gregorius  Grassi,  yang
        berkata kepada mereka: “Saudara-saudara, inilah saatnya
        bagi  kita;  berlututlah,  saya  hendak  memberi  absolusi
        kepada  kalian  semua”.  Demikianlah  mereka  semua
        diberi absolusi. Lalu ia pun berlutut bersama yang lain,
        dan  menunggu  kedatangan  para  serdadu.  Dengan
        berteriak-teriak  dan  dengan  gemertak  senjata  mereka
        menyerbu  masuk  rumah;  ketika  melihat  para  korban
        berlutut  hening,  mula-mula  mereka  tertegun.  Tetapi
        sesudah  itu  mereka  menyerbu  masuk  memmukuli
        mereka dan mengikat tangan para korban ke punggung
        mereka  dan  mengusirnya  dari  rumah.  Beberapa  saksi
        mata  melaporkan,  bahwa  uskup  Fransiskus  sewaktu
        tanganya  diikat,  berkata  kepada  serdadu-serdadu  itu:
        “Kami tidak usah diikat, kami akan pergi ke mana pun
        kamu  kehendaki.”  Tetapi  seorang  serdadu  segera
        menghunus  pedangnya  dan  menetak  kaki  uskup
        Fransiskus.  Uskup  Gregorius  juga  dipukuli  keras-keras
        dan yang lain-lain pun diperlakukan dengan kejam dan
        dipukuli.  Kemudian  diiringi  caci-maki  rakyat  yang
        berteriak-teriak,  kaum  Boxer  menggiring  mereka
        sepanjang kota, sampai ke tempat pengadilan dekat kota,
        yang  dinamakan  Yuan  Men.  Di  tengahjalan  mereka
        didorong  ke  sana  kemari  oleh  para  serdadu  dan  kaum
        Boxer. Ketika tiba di tempat pengadilan, Hakim wilayah
        menyuruh  mereka  berlutut  di  hadapannya.  Lalu  ia
        bertanya  kepada  uskup  Fransiskus  yang  sudah
        dikenalnya itu, katanya: “Kapankah kau tiba di Cina?”
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179