Page 190 - Proprum Fransiskan
P. 190

189
        likinya adalah miskin, melarat dan malang. St. Agustinus
        berkata:  “Jika  keutamaan  membawa  kita  kepada  hidup
        yang  berbahagia,  maka  saya  berani  menegaskan:  tidak
        ada  sesuatu  pun  yang  dapat  disebut  keutamaan  selain
        cinta kasih tertinggi kepada Allah”. Maka, karena cinta
        kasih  itu  begitu  bernilai,  hendaklah  kita  mengejarnya
        melebihi  segala  keutamaan  lainnya;  namun,  bukanlah
        sembarang  cinta  kasih,  melainkan  melulu  cinta  kasih,
        yang mengasihi Allah di atas segala sesuatu, dan sesama
        manusia, demi Allah.
        Bagaimana engkau harus mengasihi Penciptamu, itu pun
        diajarkan  oleh  Mempelaimu,  di  dalam  Injil:  “Kasihilah
        Tuhan,  Allahmu,  dengan  segenap  hatimu  dan  dengan
        segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat
        22:37).  Perhatikanlah  dengan  seksama,  hai  hamba
        terkasih  Yesus  Kristus,  kasih  yang  bagaimanakah  yang
        dituntut  Yesus, kekasihmu  itu,  dari  padamu!  Apa  yang
        akan  kau  perbuat,  agar  engkau  pasti  mengasihi  Tuhan
        Allahmu  dengan  segenap  hati?  Apa  gerangan  artinya:
        dengan  segenap  hati?  Dengarlah,  St.  Yohanes
        Krisostomus  mengajar  engkau:  “Mengasihi  Allah
        dengan segenap hati berarti: hatimu tidak boleh condong
        kepada sesuatu pun lebih dari pada Allah; engkau tidak
        boleh menyukai daya tarik dunia lebih dari pada Allah;
        bukan  kehormatan,  bukan  pula  ayah-ibumu.”  Namun
        engkau  harus  mengasihi  Tuhan  Allah  Yesus  Kristus
        bukan  hanya  dengan  segenap  hati,  tetapi  juga  dengan
        segenap  jiwa.  Apa  artinya  dengan  segenap  jiwa?
        Dengarlah,  St.  Agustinus  mengajar  engkau  begini:
        “Mengasihi  Allah  dengan  segenap  jiwa,  berarti:
   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195