Page 195 - Proprum Fransiskan
P. 195

194
        telah disalibkan, sedangkan aku sendiri dibantu dengan
        pelayan  hamba-hamba-Mu!  Engkau  telanjang  bulat,
        sedangkan  aku  diselimuti;  Engkau  ditampar  dan
        dimahkotai  duri,  sedangkan  aku  ditimbuni  kebaikan
        sebanyak ini dan dihibur dengan pemberian-pemberian!”
        Keesokan harinya, di depan banyak saudara yang hadir
        ia  berseru:  “Ya  Allah  jiwaku,  dimuliakanlah  kiranya
        Engkau. Betapa besar perkenanan-Mu terhadapku. Aku
        bersukacita  bahwa  Engkauitu  Allah.  Betapa  manisnya
        Engkau!”
        Malam  menjelang  berpulangnya  ia  tercekam  ekstase
        yang mendalam sehingga menurut pendapat semua yang
        hadir,  ia  sudah  meninggal;  tetapi  kemudian  ia  sadar
        kembali  dan  berseru:  “Aku  bersukacita,  bahwa  telah
        dikatakan kepadaku: kita akan pergi ke Rumah Tuhan!”
        Sejak  saat  itu  sampai  ajalnya  tampaklah  wajahnya
        berseri-seri  karena  sukacita,  keriangan  dan  keindahan.
        Dan  jiwanya  yang  bergembira  atas  kebahagiaan  yang
        telah  dijanjikan  kepadanya,  menunjukkan  tanda-tanda
        sukacita.  Ketika  seorang  saudara  berkata  kepadanya:
        “Karena tidak lama lagi Pater segera diangkat Allah ke
        surga,  ingatlah  akan  daku,  bila  Pater  sudah  sampai  ke
        kerajaan  abadi”,  ia  pun  menyahut  dengan  riang:
        “Memang demikianlah, aku akan pergi ke surga, tetapi
        hal ini terjadi berkat pahala sengsara dan wafat Kristus,
        sebab aku ini adalah pendosa yang amat besar. Apabila
        aku  sudah  berlabuh  di  rumah  Bapa,  maka  aku  akan
        menjadi sahabat yang baik bagimu.”
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200