Page 414 - Proprum Fransiskan
P. 414
413
keangkuhannya, gemetar. Namun justru dari orang-orang
kebanyakan yang miskin dan hina dina, keturunan dari
kalangan rendah dan tak terkemuka, yang tak terdidik
dalam ilmu, tanpa kefasihan berbicara, tanpa perlindung-
an kekuasaan insani bagaikan batu-batu yang terbuang
dan tak berharga itu, didirikanlah suatu bangunan besar,
yang begitu indah, begitu kuat dan begitu kokoh, menju-
lang tinggi begitu perkasa, sehingga pintu gerbang
neraka pun gentar terhadap kekuatan dan kekokohannya.
Tetapi jalan Allah bukanlah jalan manusia dan rancang-
an-Nya bukanlah rancangan mereka (bdk. Yes 55:8).
Maka itu tidak banyak orang yang bijak menurut ukuran
manusia, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak
banyak orang yang terpandang; tetapi apa yang bodoh
bagi dunia, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah
untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada
seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan
Allah (1Kor 1:26-29).
Demikianlah Allah yang Mahakuasa telah menyelamat-
kan mereka yang percaya, oleh batu sandungan salib dan
oleh kebodohan pewartaan. Demikian pula sejak kela-
hiran Gereja, Ia telah membungkam kearifan kaum
Yunani dan menghempas kekuasaan kaum kufur, oleh
kekurang fasihan bicara para Rasul dan oleh ketak-
berdayaan para martir. Demikianlah, dalam peredaran
zaman, dengan kekuatan tangan-Nya, Ia menurunkan
orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggi-
kan orang-orang kudus-Nya yang rendah (bdk. Luk
1:52). Maka dari itu, di abad yang lampau, yang masih
cukup dekat dengan generasi yang sebelum kita, Allah

