Page 418 - Proprum Fransiskan
P. 418
417
Allah, jiwa-jiwa yang terus-menerus coba direbut setan.
Mereka juga berunding bagaimana mereka dapat
mempersembahkan hasil yang melimpah kepada Allah
yang mahatinggi di Yerusalem, tanah suci itu. Mereka
dibantu oleh nasehat yang berguna dari beberapa ahli
teologi dan saudara yang pandai setempat; mereka juga
dilengkapi dengan argumen-argumen dari Kitab Suci
dan tafsiran-tafsiran yang dapat dipercaya, yang telah
mereka baca di pelbagai tempat. Demikianlah mereka
melepaskan segala ketakutan; dan diperkuat dalam
Tuhan, bagaimana setiap orang kristiani dapat melawan
orang-orang bersemangat duniawi, dengan hasil yang
besar. Akhirnya pada tanggal 11 November 1391, pada
pesta Santo Martinus, sekitar jam sembilan pagi, dengan
langkah teratur, mereka mulai melaksanakan apa yang
telah mereka rencanakan. Masing-masing membawa satu
naskah atau gulungan kitab dalam bahasa Italia atau
bahasa Arab. Mereka pergi bersama-sama ke bait suci
Salomon, tetapi ketika akan memasukinya, mereka
dicegah. Setibanya di rumah kadi, mereka langsung
membuka gulungan tadi, dan membacakannya di
hadapannya. Kemudian hakim itu berkata kepada
keempat saudara tersebut: “Apa yang baru saja kalian
ucapkan, apakah kalian katakan sebagai orang bijak dan
sadar sepenuhnya, ataukah sebagai orang dungu, kurang
tahu dan kerasukan? Adakah kalian diutus oleh Paus
atau oleh seorang raja kristiani?” Maka jawab saudara-
saudara dengan arif dan hati-hati, dengan semangat iman
yang teguh dan dengan penuh gairah serta keinginan
yang bernyala-nyala akan keselamatannya: Kami tidak
diutus oleh manusia mana pun, melainkan oleh Allah

