Page 136 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 136

Bagian IV: Wasiat dan Berkat St. Klara

            kasihan dan kasih karunia-Nya berkenan menerangi hatiku
            supaya melakukan pertobatan seturut teladan dan ajaran
            bapa kita yang tersuci, Fransiskus, (25) tidak lama setelah
            beliau  sendiri  bertobat,  maka  bersama  beberapa  saudari
            yang  diberikan  Tuhan  kepadaku  tidak  lama  setelah  aku
            bertobat, aku dengan rela hati menjanjikan ketaatan kepada
            beliau (26) sebagaimana Tuhan dengan cahaya rahmat-Nya
            mengilhamkannya kepada kami melalui cara hidup terpuji
            dan ajaran beliau.

            (27) Santo Fransiskus sangat gembira dalam Tuhan ketika
            melihat kami, meski pun secara badaniah lemah, tidak se-
            gan menghadapi kekurangan, kemiskinan, susah dan ke-
            sesakan, atau pun kedinaan dan kehinaan menurut peni-
            laian dunia ramai, (28) malah menganggap semuanya se-
            bagai hal yang sangat menyenangkan seturut teladan para
            kudus serta para saudara Fransiskus, sebagaimana sering
            beliau sendiri dan saudara-saudara saksikan. (29) Tergerak
            hati  beliau  oleh  kasih  sayang  kepada  kami.  Maka  beliau
            mewajibkan  dirinya  bahwa  beliau  sendiri  dan  ordonya
            selalu  dengan  teliti  mau  memperhatikan  kepentingan-
            kepentingan kita dan secara khusus memelihara kita, sama
            seperti para saudaranya.


            (30) Dengan demikian maka atas kehendak Tuhan dan bapa
            kita  yang  tersuci,  Fransiskus,  kami  pergi  menetap  pada
            Gereja Santo Damianus. (31) Di sana Tuhan atas dasar belas
            kasihan dan kasih karunia-Nya melipat gandakan kami da-
            lam waktu yang singkat, sehingga digenapi apa yang da-
            hulu diberitahukan Tuhan dengan perantaraan orang suci-
            Nya. (32) Sebab sebelumnya kami tinggal di lain tempat,
            meskipun sebentar saja.


            (33) Sesudahnya Fransiskus menulis bagi kami sebuah pola    Kis 20: 2
            hidup, terutama dengan maksud agar kita selalu berpegang
            teguh pada kemiskinan suci. (34) Selagi hidup beliau tidak

           134
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141