Page 134 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 134

WASIAT SANTA KLARA


            (1) Demi nama Tuhan, Amin.                                  Kol 3: 17

            (2) Oleh karena segala anugerah yang telah kita terima dan   2Kor 1:3
            setiap hari terus kita terima dari Bapa segala belas kasihan
            yang  menjadi  pemberi-Nya  haruslah  kita  semakin  ber-
            syukur kepada Yang Maha Mulia. (3) Tetapi yang paling
            besar di antara segala anugerah itu ialah panggilan kita. Se-
            makin  sempurna  dan  besar  anugerah  itu,  semakin  kita
            berhutang kepada Dia. (4) Maka Sang Rasul berkata: “In-
            gatlah akan panggilan kalian.”                              1Kor 1: 26

            (5) Anak Allah telah menjadi bagi kita jalan sebagaimana    Yoh 14: 6
            dengan kata dan teladan telah diajarkan kepada kita oleh    1Tim 4: 12
            bapa  kita  Fransiskus,  seseorang  yang  sungguh-sungguh
            menjadi pencinta dan penurut Anak Allah.


            (6)  Karena  itu,  saudari-saudari  yang  terkasih,  kita  harus
            merenungkan  karunia-karunia  Allah  yang  tak  terhingga
            yang  dianugerahkan  kepada  kita,  (7)  khususnya  yang  Ia
            berkenan  kerjakan  dalam kami  melalui hamba-Nya  yang
            tercinta, dan bapa kita, Fransiskus. (8) Itulah tidak hanya
            setelah kami bertobat tetapi juga waktu kami masih berada
            dalam kefanaan dunia.

            (9) Sebab terlebih dahulu bapa kita selaku seorang nabi ber-
            bicara tentang kita dan kemudian itu digenapi oleh Tuhan.
            (10) Waktu itu, segera setelah bapa suci bertobat, beliau be-
            lum  mendapat  teman  dan  kawan.  Beliau  sedang  mem-
            bangun  Gereja  Santo  Damianus.  (11)  Di  situ  beliau  se-
            luruhnya disergap oleh penghiburan ilahi sedemikian rupa
            sehingga beliau terdorong untuk sebulat-bulatnya mening-
            galkan  dunia.  (12)  Waktu  itu  beliau  pernah  naik  ke  atas
            tembok Gereja tersebut. Dengan suara lantang dalam ba-
            hasa  Perancis,  beliau  berkata  ke  beberapa  orang  miskin
            yang  tinggal  didekat  Gereja  sebagai  berikut  :  (13)  “Ayo,
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139