Page 26 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 26
Bagian I: Pengantar Tulisan-tulisan St. Klara
“Seluruh ordo”. Ungkapan “seluruh ordo” dapat diartikan sedemikian rupa,
sehingga mencakup baik Ordo Saudara-saudara Dina maupun Ordo
Saudari-saudari Miskin. Karna itu boleh dikatakan tentang satu ordo, yang
ciri khasnya ialah cara hidup menurut Injil dengan satu minister umum dan
terikat satu sama lain melalui ikatan ketaatan. Tentu saja orang juga dapat
berkata: Dua Ordo, oleh karena gaya hidup para saudara dan para saudari
memang berbeda. Fransiskus dan Klara tidak pernah berkata tentang ordo
pertama dan ordo kedua atau dua ordo.
BAB II: Menuruti Anggaran Dasar Saudara-saudara Dina dalam hal peneri-
maan calon baru. Hanya Klara menambah bahwa kebanyakan saudari harus
menyetujui penerimaan itu. Dalam seluruh Anggaran Dasarnya Klara
menekankan persekutuan dan kesepakatan serta sidang para saudari (kapi-
tel). Kita tahu bahwa terpaksa Klara menerima gelar “abdis”. Ia yakin bahwa
gelar yang berasal dari ordo-ordo lama itu tidak sesuai dengan gaya hidup
Saudari-saudari Miskin. Rupanya Fransiskus sendiri meyakinkan Klara
bahwa mesti menerima gelar itu sesuai dengan penetapan Konsili Lateran
IV. Tetapidalam Anggaran Dasarnya Klara mengartikan gelar itu dengan
caranya sendiri, sepadan dengan apa yang dikatakan Anggaran Dasar
Saudara-saudara Dina mengenai jabatan Minister yang menjadi pelayan per-
saudaraan. Ada banyak kesaksian dari proses peresmian Klara menjadi ku-
dus, bahwa beliau memang benar-benar menjadi pelayan para saudari. Dari
Anggaran Dasar Saudara-saudara Dina, Klara mengangkat penetapan
bahwa yang mau masuk sedapat mungkin mesti memberikan harta miliknya
kepada orang miskin. Ini tidak hanya mengenai masuknya, tetapi cara hidup
seluruh kelompok, tanpa milik.
BAB III: Berhubung dengan ibadat dan sembahyang, Klara sedapat mungkin
menuruti Anggaran Dasar Saudara-saudara Dina. Berkenaan dengan puasa,
Klara berpegang pada petunjuk-petunjuk yang pernah diberikan Fransiskus.
Hal itu dibicarakan Klara dalam Surat ketiga kepada Agnes dari Praha yang
condong menuruti aturan lebih keras, seperti yang diberikan Sri Paus.
BAB IV & V: Dibicarakan hubungan saudari-saudari satu sama lain sebagai
atasan dan bawahan. Dibicarakan juga cara hidup yang sesuai dengan. Pi-
ngitan biara. Aturan-aturan Paus dituruti.
BAB VI: Kembali kepada dua hal pokok bagi gaya hidup Klara, yakni hidup
24

