Page 13 - Booklet Tahun Yubileum Fransiskus
P. 13
RITUS ZIARAH TAHUN YUBILEUM
ST. FRANSISKUS ASSISI
Catatan:
Dalam ritus ini, ada upacara mempersembahkan lilin menyala
kepada Santo Fransiskus. Karena itu, sebaiknya panitia setempat
(tuan rumah) menyediakan:
-Patung Santo Fransiskus;
-tempat lilin;
-sejumlah lilin yang ukurannya sesuai dengan tempat tersebut.
Ritus Di Luar Gereja
1. Doa Sembah Sujud (Penghormatan Kepada Gereja)
Para peziarah berkumpul di depan gereja atau kapel. Sebagai kenangan akan
Fransiskus yang begitu menghormati gereja, maka para peziarah sambil menunduk
atau membungkuk mendoakan “Doa Sembah Sujud” sebelum memasuki gereja atau
kapel.
P : Saudara-saudari, marilah kita mendengarkan kisah Santo
Fransiskus yang begitu menghormati gereja-gereja.
(Pemimpin atau salah satu peserta membaca kisah di
bawah ini)
“Di mana saja gereja berdiri, mereka membungkuk sampai ke tanah,
pun kalau mereka tidak berada di sana tetapi bagaimanapun juga
melihatnya dari jauh, dan dengan menundukkan badan dan jiwa ke
arahnya, mereka menyembah Allah Yang Mahakuasa sambil berkata:
“Kami menyembah Engkau, Kristus, (di sini) dan di semua gereja di
seluruh dunia,” sebagaimana telah diajarkan bapak suci Fransiskus
kepada mereka. Dan yang tidak kurang menakjubkan ialah
bahwasanya mereka melakukan itu pula di mana saja mereka melihat
salib atau tanda salib, entah di tanah, entah di dinding, entah di
pohon, entah di pagar-pagar jalan.” (1Cel 45)
P : Mengikuti teladan Santo Fransiskus, marilah kita
menundukkan kepada atau membungkukkan badan dan
mendoakan Doa Sembah Sujud bersama-sama:
16
DPS/Tahun Yubileum St. Fransiskus Assisi

