Page 18 - Booklet Tahun Yubileum Fransiskus
P. 18
Setelah kisah dibacakan, para peziarah hening sejenak untuk merenungkan wafatnya
St. Fransiskus. Setelah itu, para peziarah bisa memberikan penghormatan kepada St.
Fransiskus dengan cara menyalakan lilin dan meletakkannya di depan (atau di
sekitar) patung St. Fransiskus. Ritus ini bisa dilaksanakan sambil doa pribadi.
P : Saudara-saudari, marilah kita memberikan penghormatan
kepada Santo Fransiskus. Kita persembahkan lilin menyala
supaya kita pun bisa menjadi orang suci di dunia masa kini
mengikuti teladan Bapa Serafik Santo Fransiskus, khususnya
teladan kekudusan hidup dan saksi perdamaian yang sejati.
5. Doa Paus Leo XIV
Para peziarah kembali ke tempat duduk masing-masing. Doa pribadi di depan patung
St. Fransiskus disatukan dalam doa bersama kepada St. Fransiskus yang disusun oleh
Paus Leo XIV:
P : Pada Tahun Yubileum Santo Fransiskus ini, Paus Leo XIV
mempersembahkan doa bagi Santo Fransiskus. Maka
bersama Bapa Suci, kita berdoa bersama:
P+U : St. Fransiskus, saudara kami, engkau yang delapan ratus
tahun lalu menyambut saudari maut sebagai seorang yang
hidup dalam damai, doakanlah kami di hadapan Tuhan.
Engkau mengenali damai sejati dalam Salib San Damiano;
ajarilah kami untuk mencari dalam Dia sumber segala
perdamaian yang meruntuhkan setiap tembok pemisah.
Engkau yang tanpa senjata melintasi garis-garis perang dan
kesalahpahaman, anugerahkanlah kepada kami keberanian
untuk membangun jembatan di mana dunia mendirikan
batas-batas pemisah.
Di tengah konflik dan perpecahan ini, doakanlah kami, agar
kami dapat menjadi pembawa damai: hidup tanpa senjata
dan menjadi saksi-saksi perdamaian yang berasal dari
Kristus. Amin
6. Intensi Bapa Suci
Para peziarah mendoakan intensi bagi Bapa Suci sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh indulgensi. Doa ini meliputi: Intensi untuk Paus, Aku Percaya, Bapa Kami,
Salam Maria dan Kemuliaan.
21
DPS/Tahun Yubileum St. Fransiskus Assisi

