Page 17 - Booklet Tahun Yubileum Fransiskus
P. 17
P : Terpujilah Engkau,Tuhanku, karena Saudari Maut badani,
U : dari padanya tidak akan terluput insan hidup satu pun.
P : Celakalah mereka yang mati dengan dosa berat;
U : berbahagialah mereka yang didapatinya setia pada
kehendak-Mu yang tersuci karena mereka takkan ditimpa
maut kedua.
P+U : Pujalah dan pujilah Tuhanku, bersyukurlah dan mengabdilah
kepada-Nya dengan merendahkan diri serendah-
rendahnya.
4. Wafatnya St. Fransiskus (Penghormatan Kepada St.
Fransiskus
Para Peziarah duduk
P : Saudara-saudari, kini tiba saatnya kita mengenangkan
wafatnya Santo Fransiskus. Ia dijemput oleh Saudari Maut
Badani di Porziuncola, Assisi pada 3 Oktober 1226 sore hari.
Mari kita mendengarkan kisah saat-saat Santo Fransiskus
meninggalkan dunia ini dan mengalami Paskah bersama
Tuhan Yesus yang sangat dikasihinya. (Pemimpin atau salah
satu peserta membaca kisah di bawah ini)
Ketika Fransiskus merasa ajalnya mendekat, ia memanggil semua
saudara yang hadir di Porziuncola. Ia menyuruh mengadakan
perjamuan perpisahan, seperti yang dibuat Yesus pada malam
menjelang wafat-Nya. Injil yang dibacakan selama perjamuan itu
ialah bagian Injil Yohanes yang bercerita tentang Yesus membasuh
kaki murid-murid-Nya. Memang itulah yang selalu dikehendaki
Fransiskus: menjadi hamba dan pelayan sekalian orang. Kemudian
Fransiskus menyuruh menanggalkan pakaiannya dan dalam keadaan
telanjang ia diletakkan di tanah, sama seperti Yesus telanjang, miskin
secara total, bergantung pada salib yang keras. Sekali lagi Fransiskus
memberkati seluruh saudaranya, lalu sambil menyanyi ia
menyerahkan nyawanya kepada Tuhan. Bersama Yesus, Fransiskus
juga dapat berkata, “Selesailah sudah!” Akhirnya ia bertemu muka
dengan Tuhannya, yang di dunia ini hanya dilihatnya dalam rupa roti
di altar. Tenaga dan seluruh daya hidup sudah dihabiskan Fransiskus
dalam melaksanakan pesan Tuhannya yang tercantum dalam Injil.
(Groenen, hal. 32)
20
DPS/Tahun Yubileum St. Fransiskus Assisi

