Page 15 - Booklet Tahun Yubileum Fransiskus
P. 15
P : Mengikuti teladan Santo Fransiskus, marilah kita berlutut,
merentangkan tangan dan mendoakan Doa di Depan Salib
bersama-sama:
P+U : Allah Yang Mahatinggi dan penuh kemuliaan, terangilah
kegelapan hatiku dan berilah aku iman yang benar,
pengharapan yang teguh dan kasih yang sempurna; Berilah
aku, ya Tuhan, perasaan yang peka dan budi yang cerah,
agar aku mampu melaksanakan perintah-Mu yang kudus
dan takkan menyesatkan. Amin.
3. Kidung Segenap Ciptaan (Penghormatan Kepada Alam
Ciptaan
Para Peziarah duduk
P : Santo Fransiskus begitu mencintai dan menghormati
segenap alam ciptaan. Ia memanggil mereka dengan
sapaan saudara dan saudari. Mari kita mendengarkan kisah
Santo Fransiskus menciptakan syair “Kidung Segenap
Ciptaan” yang merupakan ungkapan cintanya kepada alam
semesta sebagai ciptaan Allah. (Pemimpin atau salah satu
peserta membaca kisah di bawah ini)
Sesudah Fransiskus mendapat kepastian dari Allah, bahwa sakitnya
merupakan jaminan untuk Kerajaan Allah yang boleh diharapkannya
sebagai harta warisan, maka “waktu itu ia menggubah Kidung Pujian
tentang makhluk-makhluk dan membangkitkan semangat mereka
untuk memuji Sang Pencipta” (2Cel 213).
Dia juga dengan jelas memberitakan, bahwa Fransiskus, sebelum
wafatnya, menyuruh saudara-saudara bernyanyi: “Dia juga
mengundang semua makhluk untuk memuji Allah, dan dengan kata-
kata yang pernah digubahnya, dia sendiri mendorong mereka untuk
mencintai Allah” (2Cel 217).
P : Bersama dengan Santo Fransiskus, bersama dan melalui
alam semesta, marilah kita memuji dan meluhurkan Allah
dengan mendaraskan Kidung Segenap Ciptaan:
P : Yang Mahaluhur, Mahakuasa, Tuhan yang baik, milik-Mulah
pujaan, kemuliaan dan hormat dan segala pujian.
18
DPS/Tahun Yubelium St. Fransiskus Assisi

