Page 67 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 67
Pth
(10) Memang ada banyak religius, yang dengan dalih melihat hal-hal
yang lebih baik daripada yang diperintahkan atasannya, menoleh ke bdk Luk 9:62
belakang dan kembali ke muntahan kehendaknya sendiri. (11) Mereka bdk Ams 26:11
itu pembunuh, dan karena teladan mereka yang buruk itu, mereka 2Ptr 2:22
menyebabkan banyak jiwa binasa.
Pasal IV
Jangan seorang pun menganggap jabatan pimpinan sebagai milik
(1) Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,
Mat 20:28
firman Tuhan.
(2) Mereka yang ditetapkan sebagai atasan bagi yang lain, tidak boleh
lebih berbangga atas tugas pimpinan itu daripada kalau mereka
diberi tugas membasuh kaki saudara-saudara. (3) Semakin mereka
lebih gelisah karena kehilangan tugas pimpinan daripada karena
kehilangan tugas mencuci kaki, semakin mereka menggumpulkan
bdk Yoh 12:26
bagi dirinya kekayaan yang membahayakan jiwa.
104
Pasal V
Jangan seorang pun menyombongkan diri, tetapi sebaiknya,
berbangga dalam salib Tuhan
(1) Ingatlah, hai manusia, betapa unggulnya kedudukan yang diberikan
Tuhan Allah kepadamu: Ia telah menciptakan dan membentuk
engkau sesuai dengan gambar Putra-Nya yang terkasih menurut
badan, dan sesuai dengan keserupaan-Nya menurut roh. bdk Kej 1:26
(2) Akan tetapi semua makhluk di bawah kolong langit, sesuai dengan
kodratnya, mengabdi, mengakui dan menaati Penciptanya lebih baik
(3)
daripada engkau. Bahkan setan-setan pun tidak menyalibkan Dia;
tetapi engkau bersama mereka sudah menyalibkan Dia, dan engkau
masih menyalibkan Dia dengan mencari kenikmatan dalam cacat cela
dan dosa-dosa.
(4) Karena itu, apa yang dapat kaubanggakan?
(5) Bahkan kalau engkau demikian arif dan bijaksana, sehingga engkau
memiliki seluruh pengetahuan, bisa menafsirkan segala macam bdk 1Kor 13:2
bahasa dan dapat menyelami perkara-perkara surgawi dengan bdk 1Kor 12:28
cermat, engkau tetap tidak dapat berbangga atas semuanya itu .
105
104 “mengumpulkan bagi dirinya kekayaan", secata harfiah berbunyi: "membuat pundi-pundi bagi
diri sendiri". Menganggap tugas memimpin sebagai milik, dilihat Fransiskus sebagai sikap
menimbun kekayaan bagi diri sendiri. Jadi, berlawanan dengan kemiskinan yang sejati. Kata
"pundi-pundi” mengacu jelas kepada Yudas, yang disebut pencuri dan pengkhianat. Lht juga
AngTBul VIII:7 dan LegMaj VII:2.
105 Tema ini dikembangkan secara dramatis dalam adegan yang terkenal tentang "sukacita yang
sejati" dalam Fioretti, Pasal 8.
67

