Page 69 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 69
Pth
yang tidak menganggap setiap huruf yang mereka ketahui atau ingin
mereka ketahui sebagai milik diri sendiri , tetapi mengembalikannya
107
kepada Tuhan Allah Yang Mahatinggi, pemilik segalanya yang baik,
baik dengan kata-kata maupun dengan teladan mereka.
Pasal VIII
Menghindari dosa iri hati
(1) Rasul mengatakan: Tidak seorang pun yang dapat mengaku: "Yesus
1Kor 12:3
(2)
adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus; dan: Tidak ada yang berbuat
baik, seorang pun tidak Rm 3:12
(3)
Karena itu, siapa yang iri hati ter.iadap saudaranya karena Tuhan
mengatakan dan mengerjakan yang baik dalam diri saudara itu, ia bdk Mat 20:15
terkena dosa hujatan karena ia iri hati kepada Yang Mahatinggi
sendiri, yang mengucapkan dan mengerjakan semua yang baik.
Pasal IX
Cintakasih
(1) Tuhan berfirman: Kasihilah musuhmu (berbuatlah baik bagi
108
Mat 5:44
mereka yang membenci kamu, dan berdoalah bagi mereka yang
mengejar dan menganiaya kamu).
(2) Orang yang benar-benar mengasihi musuhnya, ialah dia yang tidak
(3)
sedih karena kelaliman yang dibuat musuh terhadap dirinya; tetapi
demi cintakasih Allah, ia tersiksa hatinya karena dosa dalam jiwa
musuhnya itu. Kepadanya hendaklah ia menunjukkan cintakasihnya
(4)
itu dengan perbuatan.
Pasal X
Mengendalikan diri
(1) Banyak orang cenderung untuk mempersalahkan setan atau sesama
(2)
kalau mereka jatuh dalam dosa atau mengalami kelaliman. Padahal
tidak demikian; sebab setiap orang mempunyai musuh dalam wilayah
kekuasaannya sendiri, yaitu badan , yang menyebabkan ia jatuh
109
dalam dosa.
(3) Maka berbahagialah hamba yang senantiasa menjaga musuh itu Mat 24:46
sebagai tawanan yang diserahkan ke dalam kekuasaannya dan
107 sebagai milik diri sendiri", harfiah "badan". Ungkapan "badan" (seperti "daging" dan "dunia")
sering dipakai Fransiskus dengan arti "si aku", kecenderungan cinta diri dan egoisme yang
amat kuat dalam diri setiap orang. "mengembalikan": istilah ini, yang sering dipakai
Fransiskus, mengungkapkan dasar kemiskinannya: manusia yang miskin, menerima segalanya
dari Tuhan, dan harus mengembalikannya lagi kepada-Nya, agar ia tetap miskin dan
bergantung kepada Dia selalu. Lht juga AngTBul XVII:17; PujIb 11.
108 Dalam banyak naskah hanya dikatakan "Kasihilah musuhmu" dst.
109 "badan" dapat diterjemahkan juga "egoisme" atau "kecenderungan yang rendah".
69

