Page 66 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 66

Pth

                       dan  menyombongkan  diri  atas  apa  yang  baik,  yang  diucapkan  dan
                       dikerjakan  Tuhan  di  dalam  dirinya;   (4) dengan  demikian,  karena
                       bujukan  setan  dan  pelanggaran  perintah,  buah  itu  menjadi  buah
                       pengetahuan  tentang  yang  jahat.       (5) Karena  itu,  patutlah  ia
                       menanggung hukuman.

                       Pasal III
                       Ketaatan sempurna

                       (1) Tuhan berfirman dalam Injil: Siapa yang tidak melepaskan diri dari
                                                                                               Luk 14:33
                       segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku,  dan lagi: Siapa yang
                                                                       (2)

                       mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.
                                                                                       102
                                                                                               Mat 16:25

                       (3) Orang meninggalkan segala miliknya dan kehilangan nyawa bila ia
                       menyerahkan dirinya sepenuhpenuhnya untuk taat di dalam tangan
                       atasannya.   (4) Apa  pun  yang  dibuat  dan  dikatakannya,  merupakan
                       ketaatan  yang  sejati,  asalkan  hal  itu  baik  dan,  setahu  dia,  tidak
                       bertentangan dengan kehendak atasannya.
                                                                  103
                       (5) Kalaupun bawahan pernah melihat hal-hal yang lebih baik dan lebih
                       berguna  bagi  jiwanya  daripada  yang  diperintahkan  atasan
                       kepadanya,  hendaklah  ia  dengan  rela  mengurbankan  pendapatnya
                       sendiri bagi Allah; dan hendaklah ia berusaha melaksanakan apa saja

                       yang  diperintahkan  oleh  atasannya.  Sebab,  itulah  ketaatan  penuh
                                                                                               bdk 1Ptr 1:22
                       kasih, karena menyenangkan Allah dan sesama.

                       (7) Akan  tetapi  kalau  atasan  memerintahkan  sesuatu  yang
                       bertentangan dengan keselamatan jiwanya, maka meskipun ia tidak
                       boleh  menaatinya,  namun  janganlah  ia  memisahkan  diri  dari
                       atasannya  itu.   (8) Jika  hal  itu  menyebabkan  ia  dikejar-kejar,  maka
                                                                               (9)
                       hendaklah ia  lebih  lagi mencintai mereka demi  Allah.  Sebab siapa

                       yang  lebih  suka  menanggung  pengejaran  daripada  terpisah  dari

                       saudara-saudaranya,  ia  sungguh-sungguh  bertahan  dalam  ketaatan

                       yang  sempurna,  karena  ia  memberikan  nyawanya  bagi  saudara-
                                                                                               bdk Yoh 15:13
                       saudaranya.

                           berlawanan dengan kemiskinan karena orang mempertahankan kehendak sendiri sebagai harta
                           milik yang begitu disayangi, sehingga tidak dilepaskan. Sikap itu merupakan kesombongan
                           dan keserakahan yang menghalangi turun tangan Allah.
                       102    "kehilangan nyawanya", harfiah: kehilangan badannya, yaitu ke-aku-an, yang menyebabkan
                           orang  menganggap  dirinya  sebagai  pusat  kehidupannya.  Ketaatan  penuh  berarti  kesediaan
                           untuk meninggalkan kecenderungan yang egoistis itu. "Di dalam tangan atasannya": simbol,
                           yang  dipakai  dalam  upacara  prasetia  yang  menandakan  perendahan  diri  bawahan  terhadap
                           atasannya untuk mematuhi kehendaknya. Bdk ICel 45.
                       103    Hubungan  dengan  ayat-ayat  berikut  secara  logis  demikian:  "Tetapi  mungkin  saja  terjadi
                           konflik, entah mengenai pilihan perbuatan sendiri (pemecahannya Ayat 5-6), atau mengenai
                           nilai moralnya (pemecahannya Ayat 7-9)."
                                                                 66
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71