Page 65 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 65
Pth
(13) Semua lainnya yang tidak memiliki bagian Roh itu dan berani bdk lKor 11:29
menyambut Dia, makan dan minum hukuman atas dirinya sendiri.
(14) Oleh karena itu: Hai kamu anak-anak manusia, sampai berapa
lama lagi kamu bertegar hati? (15) Mengapa kamu tidak mengakui Mzrn 4:3a
kebenaran dan tidak percaya kepada Putra Allah? (16) Lihat- lah, setiap (Vulgat)
hari la merendahkan diri, seperti tatkala la turun dari takhta
98
kerajaan ke dalam rahim Perawan; (17) Setiap hari la datang kepada bdk Flp 2:8
Keb 18:15
kita, kelihatan rendah; (18) setiap hari la turun dari pangkuan Bapa ke
atas altar di dalam tangan imam. (19) Seperti dahulu la tampak pada
para rasul dalam daging yang sejati, demikian juga kini la tampak
99 (20) Mereka, dengan pandangan mata
pada kita dalam roti kudus.
jasmaniahnya, hanya melihat daging-Nya saja; tetapi dengan
100
pandangan mata rohaniahnya, mereka percaya, bahwa Dia adalah
Allah. (21) Demikian juga kita, dengan mata badaniah kita yang kita
lihat adalah roti dan anggur; tetapi hendaklah kita melihat dan
percaya dengan teguh, bahwa itu adalah tubuh dan darah- Nya yang
mahakudus, yang hidup dan benar. (22) Cara demikianlah yang dipakai
Tuhan untuk selalu menyertai orang-orang yang percaya kepada-Nya,
sebagaimana la sendiri berfirman: Ketahuilah, Aku menyertai kamu
sampai akhir zaman.
bdk Mat28:20
Pasal II
Dosa menuruti kehendak diri sendiri
(1) Tuhan berfirman kepada Adam: Semua pohon boleh kamu makan
bdk Kej 2:16-17
buahnya, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang
(2)
jahat itu, janganlah kaumakan buahnya. Ia boleh makan dari semua
pohon di firdaus karena selama dia tidak bertindak melawan
ketaatan, dia memang tidak berdosa.
(3) Orang yang makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik,
ialah ia yang menganggap kehendaknya sebagai miliknya sendiri
101
98 Tema "Perendahan diri Allah" menarik Fransiskus secara istimewa. Tema ini diungkapkan
secara lebih mengesankan lagi dalam SurOr 27-28. Lihat juga 2SurBerim 4-5.
99 Penegasan Fransiskus mengenai reatitas Yesus sejarah dan Kristus yang hadir dalam Ekaristi
lebih dipahami bobotnya bila orang ingat akan gerakan-gerakan bidaah yang tersebar melalui
Katarisme dan bidaah Berangar dari Tours. Inti ajarannya bersifat dualisms, yaitu prinsip roh
dan materi yang selalu bertentangan, sebagai pertentangan antara yang baik dengan yangjahat.
Maka Yesus Kristus, yang Allah adanya (Roh), tidak mungkin mempunyai badan insani
(materi), dan tidak mungkin sungguh hadir dalam bahan-bahan Ekaristi.
100 "hanya melihat daging-Nya saja", artinya hanya mengenal Dia sebagai manusia saja.
101 “menganggap kehendaknya sebagai miliknya sendiri". Dipakai istilah Latin “appropriare"
yang menunjuk sikap yang berlawanan dengan kemiskinan, karena selalu berusaha menimbun
milik untuk diri sendiri; lht AngTbul XVII:4+; AngTBul VI: 1. Ketaatan dilihat di sini sebagai
ungkapan kemiskinan, karena orang melepaskan kehendak sendiri. Sebaliknya, tidak taat
65

