Page 68 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 68
Pth
((6) Sebab setan saj a lebih tahu tentang perkara-perkara surgawi, dan
lebih tahu tentang perkara-perkara duniawi daripada semua
manusia, walaupun mungkin ada orang yang menerima dari Tuhan
(7)
pengetahuan istimewa tentang kebijaksanaan yang tertinggi. Juga
seandainya engkau lebih bagus dan lebih kaya daripada semua orang
dan bahkan seandainya engkau membuat keajaiban sehingga mampu
mengusir setan-setan, semuanya itu tidak ten-nasuk ditimu dan sama
sekali bukan milikmu; maka atas semuanya itu engkau tidak dapat
berbangga sedikit pun.
(8) Atas hal ini kita dapat berbangga: atas kelemahan-kelemahan kita bdk 2Kor 12:5
dan setiap hari memikul salib suci Tuhan kita Yesus Kristus. bdk Luk 14:27
Pasal VI
Meniru Tuhan
(1) Marilah, saudara sekalian, kita memandang Gembala Baik yang
telah menanggung sengsara salib untuk menyelamatkan domba-
domba-Nya.
(2) Domba-domba Tuhan telah mengikuti Dia dalam kemalangan dan
pengejaran, dalam penistaan dan kelaparan, dalam sakit dan cobaan,
dan lain seba gainya. Karena semuanya itu mereka telah menefima
dari Tuhan kehidupan abadi.
(3) Oleh sebab itu memalukan sekali bagi kita, hamba-hamba Allah,
karena para kudus yang telah melakukan karya-karya itu, sedangkan
kita, yang hanya menceritakan karya-karya para kudus, ingin
106
mendapat kemuliaan dan hormat.
Pasal VII
Pengetahuan harus diikuti pekerjaan yang baik
(1) Rasul berkata: Huruf mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
2Kor 3:6
(2) Orang yang mati oleh huruf, ialah mereka yang hanya ingin
mengetahui kata-kata semata-mata agar dianggap lebih bijaksana di
antara orang lain, dan agar dapat memperoleh banyak kekaya an
untuk diberikan kepada sanak-saudara dan sahabat-sahabat.
(3) Para religius yang mati oleh huruf, ialah mereka yang tidak mau
mengikuti roh kitab suci, tetapi hanya ingin mengetahui kata-kata
saja dan menafsirkannya bagi orang lain.
(4) Tetapi orang yang dihidupkan oleh roh kitab sucl, ialah mereka
106 Tema petuah ini lazim bagi Fransiskus: mengikuti Kristus dalam rupa yang paling hina dan
direndahkan; lht AngTBut XXII: 1-3. Bila orang mau mencari jejak sejarah Petuah ini, perlu
diingat bahwa ketika Fransiskus mendengar berita kemartiran lima saudara di Maroko, ia
terkejut melihat bahwa sejumlah pengikutnya bermegah-megah karena hal itu, maka dia
melarang mereka untuk bermegah atas kesengsaraan orang lain (Giordano da Giano, Cronica,
8).
68

