Page 16 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 16

KATA PENGANTAR

           Terjemahan tulisan-tulisan St. Klara dari Asisi ke dalam bahasa Indonesia ini
           dikerjakan  menurut  terbitan  latin  yang  diselenggarakan  oleh  I.  Boccali,
           Textus Opusculorum S. Francisci et S. Clarae Assisiensium, Assisi 1976, se-
           dangkan kata pengantar untuk tulisan-tulisan Klara berdasarkan B. v. Leeu-
           wen, Regel van Clara, Fransiskaans Leven 66 (1983) 251-265, dan H. Goosens,
           De Heilige Clara, Leven/Geschriften/Documenten, Haarlem 1976. Adapun peno-
           moran ayat-ayat mengikuti Claire d’Assise, écrits, introduction, texte latin, tra-
           duction  par  Marie-France  Becker, Jean-Francois Godet  et  Thaddée  Matura,
           1955.
           Tulisan-tulisan Klara merupakan pelengkap tulisan-tulisan Fransiskus yang
           tidak boleh tidak ada, supaya sumber-sumber paling asli spiritualitas fran-
           siskan utuh-lengkap.
           C. Groenen. ofm

           Yogyakarta 28 Oktober 1991


                       ANGGARAN DASAR KARANGAN ST. KLARA

           0. Sejarahnya.

           Menjelang  akhir  hayatnya,  St.  Klara  menggubah  sebuah  Anggaran  Dasar
           bagi ordo “Saudari-8audari miskin”. Begitulah dikatakan pada awalnya: “Ada-
           pun Pola Dasar Hidup saudari-saudari miskin, sebagai mana ditetapkan oleh
           Santo Fransiskus, adalah sebagai berikut: Melaksanakan Injil Suci Tuhan Kita
           Yesus Kristus dengan hidup dalam ketaatan, tanpa milik dan dalam kemur-
           nian. ”
           Baik  Anggaran  Dasar,  gubahan  Fransiskus,  maupun  “Pola  Dasar  Hidup”
           susunan Klara disyahkan oleh Sri Paus. Anggaran Dasar karangan Fransis-
           kus disyahkan untuk seluruh ordo “Saudara-saudara dina”, sedangkan “Pola
           Dasar Hidup” karya Klara disyahkan untuk biara S. Damiano. Tidak ada satu
           pun  petunjuk  bahwa  hal  itu  oleh  Sri  Paus  dimaksudkan  dan  oleh  Klara
           dirasakan sebagai semacam pembatasan pada apa yang diinginkannya.

           Adapun Pola Dasar Hidup gubahan Klara itu terlibat dalam sejarah perkem-
           bangan  semula  dari  “nyonya-nyonya  miskin”,  “saudari-saudari  miskin”,
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21