Page 19 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 19
Bagian I: Pengantar Tulisan-tulisan St. Klara
tinggal di tempat-tempat kediaman dengan tidak memiliki apa-apa kecuali
tempat kediaman itu. ” Seandainya mereka nanti mendapat harta milik, ma-
ka itu pun langsung di bawah pengawasan Paus sendiri, lepas dari Uskup
setempat.
Langkah berikutnya yang tidak dapat tidak menyusul ialah Hugolinus pada
tahun 1218-1219 menyusun suatu pola hidup bagi semua rubiah miskin yang
hidup terpingit”. Sesuai dengan penetapan Konnili Lateran IV, Hugolinus
memberikan Anggaran Dasar Benediktin, tetapi menambah suatu “pola dan
cara hidup” (forma et modus vivendi) yang khusus. Itulah sebabnya men-
gapa tambahan tersebut disebut sebagai “Konstitusi-Konstitusi”. Adapun
“pola dan cara hidup” itu memuat peraturan seputar pingitan, puasa dan
sembahyang. Tidak ada apa-apa mengenai harta milik atau hubungan
dengan saudara-saudara dina.
Anggaran Dasar karangan Hugolinus tersebut merupakan semacam un-
dang-undang dasar yang mau meliputi semua rubiah miskin yang hidup ter-
pingit. Dalam kerangka umum semacam itu, masing-masing biara yang
semua terlepas satu sama lain dapat menempuh jalannya sendiri. Itulah se-
babnya mengapa Klara tanpa keberatan dapat menerima Anggaran Dasar
karya Hugolinus itu. Klara tetap berpegang pada “Pola Dasar Hidup”, ka-
rangan Fransiskus dan pada privilegium kemiskinan. Itu tidak berbentrokan
dengan Anggaran Dasar buatan Hugolinus.
Klara dan Hugolinus berbeda pendapat dalam soal harta milik yang dapat
menjamin penghidupan biara-biara tersebut. Klara tidak mau menerima
harta milik macam itu bagi S. Damiano. Sebaliknya Hugolinus yakin bahwa
harta milik sejenis itu mutlak perlu bagi rubiah yang hidup terpingit. Dari
laporan mengenai peresmian Klara menjadi kudus kita mendapat tahu
bahwa Hugolinus berusaha meyakinkan Klara, supaya menerima saja harta
milik. Tetapi Klara menolak. Dan ternyata Hugolinus tidak memaksa Klara
menerima tawarannya. Hal itu terbukti oleh privilegium kemiskinan yang
diteguhkan Hugolinus waktu menjabat Paul Gregorius IX (th. 1226).
Diketahui bahwa Hugolinus menghadiahkan harta milik kepada beberapa
biara. Tetapi ada juga biara-biara yang menuruti Klara dan menolak tawaran
Hugolinus. Privilegium kemiskinan itu hanya diperluas bagi beberapa biara,
yaitu yang di dekat Firenze, tempat adikKlara, Agnes, menjabat abdis dan
17

