Page 20 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 20

Bagian I: Pengantar Tulisan-tulisan St. Klara

           biara di Perugia.

           4. Anggaran Dasar karangan Paus Inosentius IV: 1247

           Paus Innocentius IV pada tahun 1245 meneguhkan Anggaran Dasar karang-
           an Kardinal Hugolinus dahulu. Atas permohonan sejumlah rubiah penegu-
           han itu dicabut lagi. Pada tahun 1247 Paus Inosentius memberikan Anggaran
           Dasar karangannya sendiri kepada para “abdis dan rubiah dari ordo S. Dam-
           iano yang hidup terpingit” Dalam Anggaran Dasar itu disyahkan saja per-
           lunakan dalam hal puasa dan harta milik yang sudah diberikan kepada se-
           mentara  biara.  Tetapi  Anggaran  Dasar  itu  pun  mengizinkan  harta  milik.
           Hanya tanggal 6 Juni 1250 Paus menegaskan bahwa Anggaran Dasarnya itu
           tidak mewajibkan seseorang pun rubiah yang tidak mau.
           Anggaran Dasar karangan Innocentius IV tersebut menyebutkan “ Ordo S.
           Damiano“. Berapa biara diliputi “ordo” itu? Kardinal pelindung Raynaldus
           pada tahun 1240 dalam sepucuk surat menyebut sebayak 23 biara, satu di
           luar Italia (Trente). Biara-biara itu disebutnya sebagai “Biara-biara miskin S.
           Damiano”. Pada tahun 1228 sebuah biara diresmikan di Pampola, Spanyol.
           Hari Raya Pantekosta tahun 1234, Agnes dari Praha masuk anggota biara
           yang didirikannya sendiri di Praha. Ordo jelas subur berkembang. Sebagian
           biara-biara itu baru, tetapi sebagiannya biara-biara yang sudah ada dan kini
           menggabungkan diri dengan ordo baru itu. Memang pada tahun 1235 jumlah
           rubiah di S. Damianus sebanyak 50 orang. Pada tahun 1218 sudah ada 4 biara,
           pada tahun 1237 sejumlah rubiah dari S. Damiano melalui Trente pindah ke
           Ulm, Jerman.

           5. Anggaran Dasar karangan Klara: 1253

           Anggaran  Dasar  karangan  Innocentius  IV  yang  mengizinkan  harta  milik
           kiranya tidak dapat diterima Klara. Meskipun Paus sudah menegaskan bah-
           wa  Anggaran  Dasarnya  tidak  mewajibkan,  namun  Klara  agaknya  merasa
           terdorong menyusun Anggaran Dasarnya sendiri, meskipun kepastian tidak
           ada, mengapa dan kapan Klara mengarang Anggaran Dasarnya. Hanya me-
           lalui kesaksian beberapa saudari dari S. Damiano dalam proses peresmian
           Klara  menjadi  kudus  kita  mendapat  tahu  bahwa  Klara  menganggap,
           penggubahan Anggaran Dasar itu hal yang amat panting dan amat meng-

           18
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25