Page 17 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 17

Bagian I: Pengantar Tulisan-tulisan St. Klara

           atau  bagaimana  pun  juga  sebutannya.  Banyak  hal-ihwal  mendahului
           penggubahan “Pola Dasar Hidup” itu dan setelah Klara meninggal sejarah-
           nya berjalan terus. “Pola Dasar Hidup”, karangan Klara hanya satu dari un-
           sur-unsur yang membentuk sejarah itu, betapa pun pentingnya.

           1. Pola Dasar Hidup yang ditulis oleh Fransiskus bagi S. Damiano.

           Berselang beberapa waktu Klara serta sementara wanita lainnya menetap di
           S. Damiano, Fransiskus mengarang bagi mereka sebuah “Pola Dasar Hidup”
           yang  pendek.  Dalam  bab  VI  Anggaran  Dasarnya  Klara  mengutip  sebagi-
           annya dan dalam wasiatnya “Pola Dasar Hidup” itu disinggung juga.

           “Pola Dasar Hidup” itulah yang bagi Klara serta “nyonya-nyonya miskin”
           menjadi landasan gaya hidup mereka. Dan itu pun selalu, baik bagi mereka
           maupun bagi yang nanti menyusul. Tidak seluruh “Pola Dasar Hidup” itu
           tersimpan bagi kita. Hanya sebagian besar tercantum dalam Anggaran Dasar
           yang ditulis Klara bagi ordo “saudari-saudari miskin”

           Dalam  “Pola  Dasar  Hidup”  tersebut  Fransiskus  memuji  nyonya-nyonya
           miskin itu karena telah memilih cara hidup sesuai dengan kesempurnaan In-
           jil, yaitu dengan memberikan harta miliknya kepada orang-orang miskin dan
           dengan  hidup  dalam  persekutuan  tanpa  milik.  Hidup  tanpa  milik  secara
           pribadi di masa itu bukanlah hal baru. Ordo kebiaraan yang sudah ada telah
           lama melaksanakan hal itu. Apa yang benar-benar baru ialah: Kelompok itu
           tidak mempunyai harta milik berupa tanah, kebun anggur dan sebagainya,
           sebagai jaminan penghidupan. Dan justru itulah yang diperjuangkan Fran-
           siskus dan Klara.
           Hal panting yang kedua dalam “Pola Dasar Hidup” tersebut ialah: Fransis-
           kus berjanji bahwa beliau sendiri serta para penggantinya selalu akan mem-
           prihatinkan para saudari sama seperti memprihatinkan para saudara. Hal itu
           pun selalu dipertahankan Klara. Saudara-saudara dina dan nyonya-nyonya
           miskin di S. Damiano terikat satu sama lain sedemikian rupa, sehingga pada
           dasarnya hanya membentuk satu ordo saja, tergabung melalui gaya hidup
           sesuai dengan pola Injil Suci dan ketaatan Klara serta putri-putrinya kepada
           Fransiskus serta pengganti-penggantinya.




                                                                                   15
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22