Page 18 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 18

Bagian I: Pengantar Tulisan-tulisan St. Klara

           2. Privilegium (hak khusus) kemiskinan: 1215/1226.

           Konsili Lateran IV pada tahun 1215 menetapkan bahwa semua kelompok ke-
           biaraan baru mesti mengambil salah satu Anggaran Dasar yang sudah dis-
           yahkan sebagai undang-undang dasar hidupnya. Anggaran Dasar baru tidak
           diizinkan  lagi.  Penetapan  itulah  yang  mendorong  Klara  untuk  memohon
           kepada Paus Innocentius III, agar supaya kelompoknya di S. Damiano berhak
           hidup tanpa harta milik. Dengan jalan itu Klara mau mengamankan “Pola.
           Dasar Hidup” karangan Fransiskus.
           Seusai Konsili Lateran IV, bulan Nopember 1215, dan sebelum mangkatnya,
           tanggal 16 Juli 1216, Paus Innocentius III mengabulkan permohonan unik itu
           bagi Klara serta putri-putrinya. Paus hmocentius III itu pun mengesahkan
           Anggaran Dasar pertama karangan Fransiskus bagi para pengikutnya pada
           tahun 1209/1210. Memang privilegium tersebut sungguh unik dan belum
           pernah  diberikan  (atau  pun  dimohonkan),  yaitu  hak  Klara  dan  saudari-
           saudarinya di S. Damiano untuk hidup tanpa harta milik bersama. Tidak ada
           seorang  pun  yang  boleh  memaksakan  harta  milik  semacam  itu  kepada
           mereka. Permohonan aneh itu mengesankan di hati Paus sedemikian rupa,
           sehingga beliau  secara pribadi  menyusun  konsep  privilegium kemiskinan
           itu. Pada tahun 1226 privilegium itu diteguhkan oleh Paus Gregorius IX, bekas
           kardinal Hugolinus.

           3. Anggaran Dasar karangan Kardinal Hugolinus: 1218-1219.

           Waktu Kardinal Hugolinus pada tahun 1217 menjadi kuasa Paus di daerah
           Toskania dan Lombardia (termasuk Assisi), sudah ada di sana berbagai biara
           rubiah yang miskin dan terpingit. Atas desakan Kardinal Hugolinus, Paus
           Honorius mengambil kebijaksanaan menempatkan semua biara yang belum
           mempunyai Anggaran Dasar langsung di bawah kekuasaan Paus sendiri, le-
           pas dari kuasa Uskup setempat. Maka Hugolinus sebagai kuasa Paus lang-
           sung  bertanggung  jawab  atas  biara-biara  itu.  Menurut  keterangan  Paus
           sendiri  beliau  dengan jalan  itu hanya  melayani keinginan  para  rubiah itu
           sendiri.
           Dalam suratnya kepada Hugolinus itu, Paus menulis tentang “banyaknya
           perawan dan wanita yang mengundurkan diri dari manyarakat ramai dan


           16
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23