Page 173 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 173
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
mengikutinya, lalu ia sendiri pergi ke Roma untuk berjumpa dengan Klara.
Tetapi waktu tiba Klara sudah meninggal. Namum Ermenetrudis mengambil
alih gaya hidup St. Damiano.
Biara-biara yang berorientasi kepada St. Damiano, kebanyakan tidak
menerima Anggaran Dasar Klara. Mereka tetap menuruti entah Anggaran
Dasar Paus Gregorius (artinya: Konstitusi Kardinal Hugolinus, yang menjadi
Paus Gregorius IX), entah Anggaran Dasar karangan Paus Inosentius IV. Ke-
banyakan biara itu, dengan menolak “privilegium paupertatis”, atas desakan
Paus Gregorius IX menerima milik tetap dan juga Paus Innocentius menekan
mereka untuk dengan jalan itu menjamin penghidupan. Dengan lain kata:
Unsur hakiki Anggaran Dasar dan gaya hidup Klara tidak ada. Juga kaitan
dengan Ordo Saudara-saudara Dina (unsur kedua yang maha penting bagi
Klara) longgar sekali. Demikian misalnya “Visitator” biara-biara itu bukan-
lah seorang Saudara Dina, melainkan seorang Sistersien (pengikut Bernardus
dari Clairveaux). Maka jelaslah sejak awal ada pelbagai macam “Klaris”. Ke-
banyakan mirip saja dengan sekian banyak rubiah (antara lain Benediktines)
lain. Mereka hanya terinspirasi oleh Klara membaharui dirinya.
Pada tahun 1254 bekas sahabat Klara dan pendukungnya, yakni Raynaldus
dipilih menjadi Paus dengan nama Alexander IV (1264-1261). Segera beliau
menangani proses peresmian Klara sebagai orang kudus. Peresmian itu ter-
jadi pada tahun 1255. Semua dokumen peresmian beserta dengan surat
(bulla) peresmian masih tersedia. Dokumen-dokumen itu memberi cukup
banyak informasi terinci menganai hal-ihwal Klara, yang belum diperbagus
oleh “Legenda”. Surat peresmian Paus menyatakan bahwa Alexander IV
mengagumi Klara. Beliau memang pada umumnya mendukung gerakan
Fransiskan dan para rubiah yang berorientasi kepada St. Damiano. Per-
esmian Klara sebagai orang kudus mendorong biara-biara lain untuk meng-
gabungkan diri dengan gerakan sekitar Klara. Misalnya biara Benediktines
St. Angelo di Panso, dekat Asisi, tempat dahulu Klara tinggal untuk semen-
tara waktu sebelum pindah ke St. Damiano, menggabungkan diri. Rubiah-
rubiah itu tetap menuruti Anggaran Dasar Benediktus, hanya sesuai dengan
konstitusi Kardinal Hugolinus yang dahulu dipaksakan kepada St. Damiano
juga.
171

