Page 177 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 177

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

           terus mau melayani para “Klaris”. Kebijaksanaan Paus didukung juga oleh
           Minister Umum waktu itu, Bonaventura. Tetapi rupanya kapitel tidak ber-
           hasil  mengambil  suatu  keputusan  definitip  (dokumentasi  kapitel  itu  me-
           mang hilang), sehingga soalnya tetap terkatung-katung.

           D. Penjernihan

           Paus Urbanus IV lebih lanjut ingin menjernihkan situasi, baik sehubungan
           dengan berbagai Anggaran Dasar yang berlaku untuk para pengikut Klara,
           maupun dengan ikatan antara Ordo I dan para “pengikut” Klara. Maka atas
           pesan Paus, Kardinal Johannes Gaetano Orsini menyusun sebuah Anggaran
           dasar baru. Pada tahun 1263 Anggaran dasar itu diresmikan oleh Paus Urba-
           nus IV. Karena itu disebutkan sebagai “Anggaran dasar Urbanus IV”. Kardi-
           nal Orsini dibantu oleh Bonaventura dalam penyusunan Anggaran Dasar itu.
           Anggaran Dasar Urbanus itu diwajibkan untuk semua biara yang berorien-
           tasi kepada Klara. Hanya dikecualikan biara-biara yang sudah mengikat diri
           pada Anggaran Dasar Isabella dan beberapa biara lain, seperti St. Damiano,
           St. Chiara dan biara Agnes dari Praha yang tetap menikmati “Privilegium
           paupertatis”.
           Anggaran  Dasar  Urbanus  itu  untuk  pertama  kalinya  memakai  sebutan
           “Ordo Santa Klara”. Dan Klara memang dipuji setinggi langit dalam kata
           pengantar  Anggaran  Dasar  itu.  Tetapi boleh  diragukan  kalau-kalau  Klara
           menerima Anggaran Dasar itu seandainya ia masih hidup. Sebab apa yang
           paling penting bagi Klara sama sekali tidak ada bekasnya lagi dalam Ang-
           garan  Dasar  Urbanus.  Yaitu  kemiskinan  yang  mutlak  dan  ikatan  dengan
           Ordo I. Semua biara (kecuali di Asisi dan Praha) diizinkan dan diharuskan
           menerima  harta  milik  tetap  sebagai  jaminan  hidup.  Itu  tentu  saja  sesuai
           dengan keadaan nyata yang sudah biasa pada kebanyakan biara “Klaris”.
           Tetapi sekarang sebagai prinsip para Klaris dapat memperoleh. dan menam-
           bah harta milik tetap tanpa batas. Hubungan dengan Ordo I dilonggarkan
           dan malah diputuskan. Yang bertanggung jawab atas pelayanan para Klaris
           tidak lagi pada Ordo I, melainkan Kardinal Pelindung para Klaris. Pada se-
           tiap biara Klaris mesti ada seorang “capellanus” untuk melayani sakramen-
           sakramen dan pengakuan dosa. Sebaiknya “capellanus” itu seorang Saudara
           Dina, tetapi sebenarnya tidak perlu. Setiap imam yang layak dapat diberi tu-
           gas itu. Pokoknya: selanjutnya para Klaris tidak perlu dilayani oleh Saudara
                                                                                  175
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182