Page 35 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 35

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

                                    KATA PENDAHULUAN

           “Tidak baik kalau manusia, seorang diri saja”, firman Tuhan. “Aku akan menjadi-
           kan penolong baginya yang sepadan dengan dia” (Kej 2. 18). Itulah firman dasar-
           iah Alkitab  yang  menyangkut seluruh  eksistensi  manusia. Hanya  berdua,
           bersama kemanusiaan dapat diwujudkan. Itu berlaku pula di bidang keaga-
           maan, rohani. Firman dasariah Tuhan tersebut dengan indah dan utuhnya
           diilustrasikan oleh dua tokoh abad pertengahan yang sejarah pengaruhnya
           dalam Gereja Katolik, bagian barat, amat besar dan awet, yakni: Fransiskus
           dari Asisi (th. 1181/1182-1226) dan Klara dari Asisi (1194-1253). Kedua tokoh
           spiritual itu mewakili dan mewujudkan satu gagasan dasar dari Injil Yesus
           Kristus yang hanya dapat diwujudkan bersama. Seperti Adam dan Hawa
           mewujudkan satu kemanusiaan, demikian Fransiskus dan Klara mewujud-
           kan satu gagasan dasar Injil. Seolah-olah gagasan itu berupa “Androgyne”,
           sehingga hanya secara utuh dapat direalisaiikan oleh pria dan wanita bersa-
           ma, tegasnya oleh Fransiskus dan Klara. Kedua tokoh itu merupakan belahan
           yang hanya bersama-sama mewujudkan satu segi hakiki dari Injil yang mem-
           pribadi dalam Yesus Kristus.

           Di sini kami hanya akan mengutarakan Klara saja. Tetapi sejak awal mesti
           diingat bahwa Klara tidak bisa terpisah dari Fransiskus dan Fransiskus tidak
           bisa terpisah dari Klara. Begitu pula aliran yang mereka cetuskan dalam Ger-
           eja  Katolik,  yakni  Fransiskanisme,  tidak  dapat  utuh  kalau  tidak  disalurkan
           oleh pria dan wanita bersama. Paul Sabatier, ahli fransishanisme – meskipun
           bukan Katolik, yang mengagumi Fransiskus – pernah menulis bahwa Gita
           Sang Surya, ciptaan Fransiskus, kurang satu bait. Bait itu dilengkapi oleh
           Paul Sabatier sendiri sebagai berikut:
                  Terpujilah Engkau Tuhanku,
                  karena saudari kami, Klara.
                  Engkau membuat dia, menjadi berdiam diri,
                  menjadi asyik dan bijaksana.
                  Melalui dia bersinarlah cahaya-Mu
                  di dalam hati kami.
           Kalau Gita Sang Surya tidak lengkap tanpa bait tersebut, maka Fransiskus
           pun tidak lengkap tanpa Klara.

                                                                                   33
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40