Page 39 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 39

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           lam oleh Klara bagi Fransiskus serta semacam sepatu sandal khusus dari ku-
           lit halus bagi kaki Fransiskus yang terluka (stigmata). Diberitahukan juga
           bahwa Klara waktu sakit keras di tempat tidurnya masih sibuk dengan mem-
           buat “korporale” dengan sarung sutera dan lain-lain keperluan ibadat. Fran-
           siskus memang sering memesan pakaian ibadat pada Klara. Dan pastilah su-
           dah  bahwa  Klara  belajar  merawat  dirinya,  sehingga  selalu  cantik  keli-
           hatannya dan dapat memikat hati pria. Pakaian wanita bangsawan di masa
           itu  sudah  ada  potongan  khas  yang  ditentukan  tradisi.  Klara  pasti  belajar
           membuat dan memasang pakaian semacam itu.
           Seluruh  pendidikan  puteri  bangsawan  berlangsung  di  rumah  orang  tua.
           Sekolah-sekolah  belum  ada  banyak  dan  pasti  tidak  untuk  puteri-puteri.
           Mereka  paling-paling  dititipkan  dalam  biara-biara  rubiah  untuk  dididik.
           Tetapi biasanya semua di rumah saja di bawah bimbingan ibu atau guru-
           guru yang biasa disewa.
           Bagaimana  hal  ihwal  Klara  di  masa  mudanya  di  Asisi  dan  Perugia  tidak
           diketahui secara terperinci. Hidup puteri bangsawan menurut pola yang su-
           dah  tradisional  di  kalangan  itu  agak  terkurung  di  rumah  saja  di  bawah
           pengawasan ibu. Apa pula di kota seperti Asisi dan Perugia yang toh sudah
           menjadi dunia yang agak terisolir, mengingat bahwa komunikasi di masa itu
           tidak lancar dan tersendat-sendat, antara lain sebab situasi di luar tembok
           kota jauh dari aman. Memang hampir selalu ada perang besar atau kecil yang
           berkecamuk. Puteri-puteri yang tinggal di rumah jarang keluar di jalan-jalan
           kota. Hanya kadang-kadang – kalau ada pesta– oleh orang tua “dipamerkan”
           di depan umum. Maklumlah agak pagi sudah musti dicarikan jodoh yang
           sesuai. Dalam proses peresmian Klara sebagai orang kudus ada kesaksian
           tentang masa mudanya yang diberi oleh puteri teman (di Perugia), yakni
           Buona di Guelfuccio. Menurut kesaksian itu Klara memang puteri saleh yang
           banyak bermati-raga dan memberi banyak sedekah kepada orang miskin.
           Ibunya,  Hortulana,  juga  seorang  ibu  saleh  dan  kesalehan  itu  disalurkan
           kepada  puterinya.  Memang  kemudian  Hortulana  dan  adik-adik  Chiara
           semua masuk biaranya. Namun demikian kesaksian tersebut tidak terlalu
           banyak  artinya.  Semuanya  kan  menjadi  unsur  normal  pada wanita  bang-
           sawan di masa itu. Mereka demi kedudukannya, mesti saleh dan mesti mem-
           beri sedekah. Agama pada umumnya dipercayakan kepada wanita oleh pria
           yang sibuk mengurus politik dan sebagainya. Suami berbangga atas isteri
                                                                                   37
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44