Page 36 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 36

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           Dalam  rangka  Fransiskanisme  Chiara  di  Favarone  di  Offreducio  menjadi
           penggerak sekelompok wanita Kristen Katolik yang (mestinya) mempunyai
           wajah sendiri, wajah Chiara yang diabadikan. Wanita-wanita itu tentu saja
           Katolik, tetapi menghayati kekatolikannya dengan caranya sendiri. Mereka
           mewujudkan  suatu  gaya  hidup  injili  yang  (mestinya)  lain  dari  yang  lain.
           Gaya hidup itu sudah 700 tahun lebih membuktikan keawetannya, sehingga
           nyata bahwa mengandung suatu yang sungguh-sungguh bernilai.

           Selama jangka waktu yang lama itu kelompok wanita itu tentu saja meng-
           alami pasang surutnya. Namun gaya hidup itu, kendati penyelewengan, ber-
           hasil  mempertahankan  diri  sampai  dengan  hari  ini.  Para  pengikut  Klara
           dengan berbagai cabangnya pada tahun 1980 masih berjumlah sekitar 18. 500
           jiwa yang mendiami 780 rumah tersebar di seluruh dunia.
           Oleh  karena  kelompok  wanita  Katolik  tersebut,  yang  dinamakan  “Klaris
           miskin” (poor Clares) masih tetap  ada dan menyalurkan suatu nilai injili,
           yang ditemukan oleh Chiara di Favarone di Offreduccio pada tahun 1212,
           maka  alangkah  baiknya  tokoh  itu  diperkenalkan  barang  sedikit  kepada
           sidang pembaca di Indonesia. Tokoh itu kan tetap dapat memperlihatkan
           bagaimana orang beriman dapat disergap oleh Yesus Kristus serta Kabar-
           Nya  guna  dengan  seluruh  dirinya  dan  kehidupannya  menghayati  serta
           mewujudkannya  demi  seluruh  umat  percaya.  Kalau  Injil  memang  kekal,
           maka nilai yang pernah digali di masa yang lampau tetap bernilai pula.
           Dan nilai abadi itu terdapat pada diri Klara. Ia tidak meninggalkan bagi kita
           banyak tulisan. Hanya tersedia Anggaran Dasar yang dikarangnya bagi put-
           eri-puteri rohaninya, sebuah dokumen yang disebut “wasiat” S. Klara dan
           sejumlah surat (empat). Tersedia pula “Riwayat Hidup” (legenda) S. Klara
           yang ditulis Tomas dari Selano pada tahun 1256, waktu Klara diresmikan se-
           bagai orang kudus dan tersedia sejumlah kesaksian yang diberikan beberapa
           teman Klara dalam peresmiannya sebagai orang kudus. Tetapi semua doku-
           men  dan  beberapa  dokumen  lain  lagi  hanya  berguna  untuk  berkenalan
           dengan diri pribadi S. Klara, sebagai sumber spiritualitasnya.
           Kami terutama mau memperkenalkan Klara sebagai asal-usul spiritualitas
           itu dan bagaimana Klara memperjuangkannya. Sebab justru dalam hal itu
           kepribadian rohaninya paling nyata. Dan itu pun sebabnya tokoh Italia dari
           abad pertengahan itu pantas terus dikenang.

           34
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41