Page 38 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 38
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
itu terpaksa menyewakan tenaganya sebagai prajurit kepada siapa saja yang
mau membayar.
Meskipun Asisi sebenarnya termasuk daerah kepausan, namun sudah lama
dikuasai oleh Kaisar Jerman. Keluarga di Offreducio mendukung Kaisar Jer-
man (selama itu menguntungkan), sehingga melawan Sri Paus, yang di masa
Klara lahir dijabat oleh Celestinus III yang pada tahun 1198 diganti Innocentius
III. Adalah mungkin bahwa keluarga di Offreducio, sebagiannya keturunan
Jerman (Lombard). Sebab diketahui bahwa Klara misalnya berambut pirang
dan bermata biru, ciri-ciri bangsa di utara Eropa, Jerman dan sebagainya, se-
dangkan pribumi Italia berambut hitam dan bermata hitam atau coklat.
Keluarga Klara memang sangat terlibat dalam gejolak politik yang di masa
itu melanda Italia dan seluruh Eropa. Nanti hal itu dikupas lebih lanjut.
Akibat gejolak politik itu keluarga di Favarone terpaksa melarikan diri ke
kota Perugia, waktu Klara berumur 6 tahun, yakni sekitar tahun 1200. Lebih
kurang lima tahun Klara bersama keluarga di Favarone tinggal di Perugia
dan pada tahun 1205 barulah mereka dapat kembali ke Asisi.
Klara mengikuti pendidikan yang lazim bagi para puteri bangsawan di za-
man itu. Pendidikan itu bertujuan menghasilkan wanita yang mampu men-
gurus keluarga besar seorang bangsawan, menjadi istri taat, cantik dan
cakap. Pendidikan agama yang bersungguh-sungguh menjadi dasar segala
sesuatu, tetapi pendidikan itu mencakup juga berbagai keterampilan yang
berguna. Dan termasuk ke dalam ketrampilan seorang istri bangsawan: tahu
membaca dan menulis. Dan itu pun dalam bahasa Latin yang di masa itu
menjadi bahasa resmi, bahasa internasional, bahasa administrasi negara dan
bahasa Gereja. Tulisan-tulisan Klara membuktikan kemahirannya baik da-
lam hal membaca, mau pun dalam hal menulis (bahasa latin). Ternyata
bahwa Klara tidak hanya membaca buku agama (dan liturgi), seperti Alkitab
(latin), tetapi juga buku-buku profan, yakni roman-roman yang bercerita ten-
tang hal ihwal dan kepahlawanan kesatria dan bangsawan tersohor. Baik di-
ingat bahwa di masa itu buku-buku termasuk barang luks dan mahal sekali.
Klara tentu saja belajar keterampilan yang perlu untuk wanita terkemuka di
zaman itu. Artinya: mengurus dapur rumah tangga (besar), menjahit, me-
mintal dan menyulam. Di bidang itu pun kemahiran Klara terbukti. Masih
tersimpan sampai hari ini sebuah alba dan dalmatika yang dibuat dan disu-
36

