Page 41 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 41

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           malah dari pihak yang sejak kecil berkenalan dengan Klara (misalnya Buona
           di  Guelfuccio)  bahwa  Klara  pernah  mempunyai  rencana  semacam  itu  di
           masa mudanya sebelum berkenalan dengan Fransiskus bin Pietro di Bernar-
           done. Hanya jelas Klara, tidak mau menyesuaikan diri dengan rencana orang
           lain dan dengan pola hidup tradisional bagi puteri bangsawan.
           Di masa itu nyatanya hanya tersedia dua kemungkinan bagi puteri bangsa-
           wan, yaitu: perkawinan dengan calon yang  ditentukan famili atau masuk
           biara rubiah (yang belum ada banyak). Bahkan cukup banyak puteri bang-
           sawan “dititipkan” ke dalam biara rubiah dan di situ pada waktunya bisa
           menjadi “abdis”, agar supaya harta milik famili tidak terlalu dikurangi me-
           lalui  mas  kawin  yang  mesti  diberikan  kepada puteri.  Tetapi  Klara  waktu
           saatnya tiba tidak bersedia memilih antara kedua kemungkinan itu. Ia tidak
           mau kawin dan tidak mau masuk biara.


                                             BAB II
                            MASYARAKAT YANG BERGEJOLAK

           Boleh dipertanyakan kalau-kalau sikap Klara yang berkepala batu itu ber-
           sangkutan dengan suasana umum dalam masyarakat di masa itu. Sebab di
           segala bidang pola hidup tradisional tergoncang.
           Sekitar tahun 1200 masyarakat Eropa sungguh-sungguh bergejolak. Sedang
           berlangsung suatu perubahan yang mendasar, baik di bidang pribadi, social,
           politik,  maupun  di  bidang  gerejani  dan  religius.  Masyarakat  kekristenan
           abad pertengahan di mama itu bukan lagi masyarakat mantap dan stabil. Pe-
           rubahan  yang  sedang  berlangsung  dan  yang  ujung  pangkalnya  tidak
           diketahui siapa pun dengan tepat, sangat mendalam, lebih mendalam dari
           pada misalnya perubahan yang terjadi di masa Renaissance dan Reformasi,
           barangkali malah lebih mendalam dari pada perubahan yang sedang ber-
           langsung di abad ke dua puluh ini. Bahkan boleh dikatakan bahwa peru-
           bahan  ini  sedikit  banyak  melanjutkan  apa  yang  dimulai  pada  abad  ke
           tigabelas. Memang Eropa pada abad itu bergoncang.

           Sejak kebudayaan Roma Barat runtuh dalam abad ke enam, Eropa jatuh kem-
           bali ke dalam keadaan terkurung, terkepung oleh Islam. Hampir saja tidak
           ada  hubungan  dengan  dunia  di  luar  Eropa.  Masyakarat  Eropa,  dengan


                                                                                   39
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46