Page 3 - Fransriana - Sentul Purba
P. 3
peristiwa yang patut dikodifikasi dalam bentuk tulisan karena sifat-
nya yang khas bin unik. Baca terus saja!
Sentul zaman semi purba 02: Hidup back to nature
Dikatakan “back to nature” sebenarnya juga tidak nature-nature
amat. Hanya dalam beberapa hal saja, karena tersedia juga listrik,
pompa air, lemari es dan sebagainya. Hanya tetap sederhana, se-
muanya barang bekas, dikatakan second hand juga tak bisa, mung-
kin third, fourth atau entah berapa, siapa tahu fiftth hand. Tempat
tidur memang sangat sederhana, kamar yang ada memang sangat
kurang, karena itu harus siap tidur di luar, bikin kemah, karena
tersedia lahan untuk itu. Kamar mandi dan WC hanya satu, harus
sabar menanti. Kalau tidak tahan ya jongkok aja anywhere di sepu-
tar situ, tidak akan ada orang yang lihat. Atau kalau memang kebe-
tulan ada orang kampung lewat dan melihat kita sedang menunai-
kan tugas primer itu,
mereka juga maklum.
Atau pergi saja ke kali
tidak jauh dari situ, dan
cari tempat yang serasi.
Air kali cukup banyak
dan deras juga aliran-
nya di antara bebatuan,
malah masih lumayan
jernih, apalagi kalau
dibandingkan dengan
Puluhan saudari itik peliharaan air Ciliwung di belakang
Vincentius itu.
Para saudara muda yang live in itupun harus siap tubuhnya men-
dapatkan tusukan-tusukan lembut dari sesama makhluk Tuhan:
nyamuk yang jumlahnya tidak sedikit.
Sentul zaman semi purba 03: Air Minum Dan Air Untuk Masak
Di manapun manusia bermukim, harus ada persediaan air. Dalam
hal ini, rumah Sentul ini (kita sebut saja demikian, demi lancarnya
ceritera) tidak berkekurangan. Air mengalir di mana-mana, gemer-
cik di sana sini menenangkan kalbu. Di tengah tidur dalam kete-
nangan malam hari, gemerciknya air nan kunjung henti itu membe-
rikan suasana sendu, tenang dan damai.

