Page 7 - Fransriana - Sentul Purba
P. 7

tampil dengan leadership yang mumpuni” mulailah dia omong den-
           gan istilah-istilah yang kedengarannya ilmiah. “Jadi bukan dari air
           kolam ya Der?” tanya saudara muda dengan penuh keberanian. “Ya
           bukanlah, kamu memang masih bodok. Kasihan, ditipu begitu juga
           percaya saja. Kamu anggap siapa saya ini?” Percakapan pun menja-
           di lebih cair lagi. Pokoknya mereka bisa berangkat ke tempat tidur
           dengan  lapang  hati  dan  menyambut  dewi  tidur  dengan  senyuman
           lembut.

           Sentul zaman semi purba 05: Melihat Wanita Telanjang
           Pada  suatu  siang  saudara  P.  ini  setengah  berbisik  kepada  salah
           seorang  saudara  muda.  “Sini!”  ajaknya  tegas.  “Nanti  sore  sekitar
           jam 16.00 kita pergi jalan-jalan berdua ya. Berdua saja.” “Ok,” kata
           si saudara muda, “mau ke mana Der?” tanyanya penuh penghara-
                                                         pan.  “Ke  sana”  sambil
                                                         menunjuk  ke  suatu  tem-
                                                         pat  agak  terpencil,  agak
                                                         lengang,  lalu  sambil  ber-
                                                         bisik  pada  telinga  sauda-
                                                         ra  muda  itu  “kita  akan
                                                         melihat  orang  telanjang.
                                                         Telanjang  bulat.”  Bisik-
                                                         nya  tanpa  ragu-ragu.  Si
                                                         saudara  muda  pun  den-
                                                         gan  hati  berdebur-debur
                                                         mengiyakan  dan  menanti
           jam  16.00  dengan  penuh  pengharapan.  Waktu  pun  dirasakan  be-
           ringsut begitu lambat.
           Namun akhirnya sampailah juga saat yang dinanti-nantikan. “Kita
           berangkat”  kata  P.  “Kamu  katakan  kepada  siapa  tadi  rencana  kita
           ini!?” tanyanya pula laksana seorang penyidik yang sedang menguji
           kesetiaan  bawahannya.  “Tak  seorang  pun  Der”  jawabnya  mantap,
           “rencana kita tetap rahasia. Don’t worry lah” tambahnya pula. Sam-
           pailah mereka berdua di tempat yang dituju, lalu duduk santai. “Di
           sana itu, di tempat yang banyak airnya itu,” katanya sambil menun-
           juk ke kali tidak begitu jauh dari tempat itu, “pada sore hari datang
           ibu-ibu dan gadis-gadis mandi, atau cuci pakaian. Mereka pada te-
           lanjang begitu saja tanpa ragu.” Kata saudara senior P penuh keya-
           kinan, tanpa senyum apa pun juga. “Telanjang bulat, Der?” tanya si
   2   3   4   5   6   7   8   9