Page 4 - GEREJA KATOLIK BEBAS
P. 4
reka, tetapi mereka tidak mau dimasukkan dalam naungan Bimas Protes-
tan.
2. Ada macam-macam Gereja yang menamakan dirinya “Katolik”
Gereja kita, Gereja Katolik, termasuk Gereja Barat yang dahulu hanya satu,
tetapi dengan munculnya Reformasi Protestan (yang sampai hari ini terus
menerus terpecah belah) dan Gereja Anglikan, kesatuan gerejani tadi tidak
ada lagi.
Selain Gereja Barat, ada pula Gereja Timur dengan ritus-ritusnya sendiri
sesuai dengan bangsa dan/atau negara yang bersangkutan. Masing-masing
Gereja Timur ini terbagi dua: sebagian tidak mengakui keprimasan Paus,
sebagian lain mengakuinya. Yang tidak mengakui disebut Gereja Ortodoks:
seperti Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Ortodoks Maronit, Gereja Ortodoks
Koptik dan sebagainya.
Sedangkan yang mengakui keprimasan Paus (masuk dalam komunio
dengan Gereja Katolik Roma) disebut Gereja Katolik juga, lalu ditambah
dengan nama Ritusnya. Berikut ini daftar lengkapnya:
Gereja Katolik Armenia, Gereja Katolik Belarus, Gereja Katolik Bulgaria,
Gereja Katolik Bizantium, Gereja Katolik Khaldea, Gereja Katolik Koptik,
Gereja Katolik Yunani Kroasia, Gereja Katolik Ethiopia, Gereja Katolik
Georgia, Gereja Katolik Yunani, Gereja Katolik Yunani Hongaria, Gereja
Katolik Italia-Albania, Gereja Katolik Maronit, Gereja Katolik Melkit, Gereja
Katolik Rumania, Gereja Katolik Rusia, Gereja Katolik Ruthenia, Gereja Ka-
tolik Yunani Slowakia, Gereja Katolik Suriah, Gereja Katolik Siro-Malabar,
Gereja Katolik Siro-Malankara, dan Gereja Katolik Yunani Ukrainia.
Gereja-gereja tersebut tidak mudah menjalar ke negara lain karena sangat
terikat pada bangsa, bahasa, tulisan dan daerah/negara tertentu. Nama-
nama mereka jelas menunjukkan sifat keterbatasan penyebaran diri itu.
Dalam lingkup Gereja Latin, masih ada sisa-sisa dari jaman dulu yang di-
sebut Febronianisme dan Gallikanisme karena di masa lampau, orang-
orang Katolik di Perancis dan Jerman mengklaim independensi gerejawi
yang cukup besar dari Roma.
Tetapi di Barat pun ada banyak Gereja-gereja yang mengklaim dirinya Ka-
tolik, tetapi tidak mengakui keprimasan Paus. Mereka mempunyai derap
misioner yang lebih besar daripada Gereja-gereja Ritus Timur, karena me-
4

