Page 8 - GEREJA KATOLIK BEBAS
P. 8

Selama meletusnya Reformasi, Gereja Katolik di Belanda dikejar-kejar dan
           ditindas.  Keuskupan-keuskupan  di  sebelah  utara  sungai  Rhein  dan  Waal
           ditangguhkan oleh Takhta Suci. Orang-orang Protestan menduduki hampir
           semua  gereja  dan  bangunan  milik  Gereja  Katolik.  Sedangkan  bangunan
           yang masih tersisa disita oleh pemerintah Belanda yang beraliran Kalvinis.

           Tetapi sekitar sepertiga penduduk Belanda sebelah utara masih tetap me-
           meluk agama Katolik. Untuk memelihara mereka, Sri Paus mengangkat Vi-
           karis-vikaris  Apostolik  (yang  berdomisili  di  Utrecht).  Para  Imam  secara
           sembunyi-sembunyi melayani sakramen-sakramen di berbagai tempat: ru-
           mah-rumah  tinggal, lumbung-lumbung  pertanian  dan  bahkan  di  tempat-
           tempat persembunyian. Misionaris-misionaris dari Jerman dan Belgia me-
           nolong orang-orang Katolik yang dianiaya itu. Mereka yang diangkat men-
           jadi Vicaris Apostolik di Utrecht itu disebut juga Uskup Agung Utrecht di
           daerah orang-orang tak beriman (Archbishop of Utrecht in partibus infidelium).

           Permasalahan muncul: Lahirnya Gereja Katolik Lama Utrecht

           Permasalahan mulai ketika orang-orang Yesuit, yang menyebut dirinya Ge-
           rakan Kontra Reformasi itu, pada tahun 1691 menuduh Petrus Codde, Vikaris
           Apostolik Utrecht menganut aliran Jansenisme. Maka Sri Paus Innocentius
           XII  membentuk  sebuah  komisi  para  kardinal  untuk  menyelidiki tuduhan
           itu. Tindakan ini nampaknya melanggar kemandirian tribunal Utrecht yang
           telah  diberikan  pada  tahun  1520.  Komisi  tersebut  menyimpulkan  bahwa
           tuduhan orang-orang Yesuit itu tanpa dasar.

           Pada tahun 1700, Paus yang baru, Clemens XI, memanggil Codde ke Roma
           untuk ikut ambil bagian dalam perayaan Tahun Yubileum. Pada kesempa-
           tan itu dibentuklah komisi ke dua untuk mengadili Codde. Sekali lagi, ha-
           silnya sama sekali membebaskan Codde. Akan tetapi pada tahun 1701 Cle-
           ment XI memecat Codde dan menunjuk seorang pengganti lain. Maka Gere-
           ja Belanda menolak pergantian tersebut. Codde pun tetap melanjutkan tu-
           gasnya sampai dia mengundurkan diri pada 1703.
                                       Setelah  Codde  mengundurkan  diri,  Cornelius

                                       van  Steenoven  dipilih  sebagai  penggantinya
                                       dan  ditahbiskan  pada  15  Oktober  1724  oleh
                                       Uskup Dominique Marie Varlet, Uskup Koaju-
                                       tor  Keuskupan  Babylon,  yang  sedang  berkun-
                                       jung di Negeri Belanda. Kendati pemilihan dan

                                       pentahbisan Steenoven ini dilaporkan ke Roma,

           8
                     Dominique Varlet
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13