Page 9 - GEREJA KATOLIK BEBAS
P. 9
semuanya itu terjadi tanpa ijin Sri Paus. Dari segi hukum Gereja Katolik,
pentahbisan ini berstatus valet sed illicit (sah, tetapi tidak direstui). Hari
tahbisan ini menjadi hari kelahiran Gereja Katolik Lama .
Van Steenoven pun kemudian mentahbiskan uskup untuk keuskupan De-
venter, Haarlem dan Groningan. Kendati Sri Paus sudah diberitahu seba-
gaimana mestinya perihal pentahbisan itu, Roma tetap memandang bahwa
keuskupan-keuskupan tersebut tetap vacant, kosong dan masih tetap di-
angkat Vikaris-vikaris Apostolik untuk negeri Belanda. Van Steenoven dan
Uskup-uskup lain (yang dia tahbiskan) itu pun dikucilkan (ekskomunikasi).
Mereka tetap mempertahankan kedudukannya dan terbentuklah sebuah
kelompok gerejawi yang baru, terpisah dari Roma. Kelompok gerejawi ini
kemudian disebut Gereja Katolik Lama di Negeri Belanda (Old Catholic Church
in the Netherlands).
Sebenarnya kebanyakan orang-orang Katolik bersama dengan Vikaris-vika-
ris Apostolik yang diangkat oleh Roma masih tetap dalam persekutuan de-
ngan Roma. Namun, karena suasana anti paus yang sangat kuat diantara
orang-orang Kalvinis Belanda yang berkuasa, “Gereja Utrecht” tersebut dito-
lerir oleh pemerintah bahkan mendapat pujian dari pemerintah Republik
Belanda yang Kalvinis itu.
Pada tahun 1853 Sri Paus Pius IX memperoleh jaminan kebebasan agama
dari raja Belanda Willem II dan mendirikan hirarki Katolik Roma di Belan-
da berdampingan dengan “hirarki Gereja Katolik Lama Utrecht”. Semenjak
saat itu, di Belanda Hirarki Utrecht disebut sebagai “Gereja Katolik Tua”
(the Old Catholic Church) untuk membedakan dengan Hirarki Gereja Kato-
lik Roma.
Dampak Konsili Vatikan I
Menolak infalibilitas Paus
Sesudah Konsili Vatikan I pada tahun 1870, sejumlah kelompok umat Kato-
lik dari Austria, Jerman dan Swis menolak ajaran tentang infalibilitas Paus
(Sri Paus tidak bisa bersalah). Mereka pun keluar dan membentuk Gereja
mereka sendiri. Hal ini didukung oleh Uskup Agung Katolik Lama Utrecht.
Dia pun menahbiskan imam-imam dan uskup-uskup bagi mereka itu. Ke-
mudian, Gereja Katolik Lama Belanda ini semakin dipersatukan dengan
banyak dari kelompok-kelompok itu dibawah nama “Uni Gereja-gereja
(yang diadakan) di Utrecht” (Utrecht Union of Churches).
9

