Page 6 - GEREJA KATOLIK BEBAS
P. 6

si pluralistas ini? Sungguh tidak gampang! Membiarkan? Melarang? Atau
           apa?



                       BAGIAN II: APA ITU GEREJA KATOLIK BEBAS?

           Nama dan jati dirinya

           Apa yang kita kenal di Indonesia dengan nama “Gereja Katolik Bebas”, da-
           lam  bahasa  Inggeris  disebut “the  Liberal  Catholic  Church”.  Mereka  yang
           ingin  membaca  lebih  banyak  mengenai  hal ini  silahkan  kunjungi  website
           mereka  http://www.liberalcatholic.org  ,  dari  situ  Anda  akan  terbimbing
           lebih jauh menyelami dunia “Katolik Liberal” ini sepuasnya. Di sini hanya
           akan disajikan beberapa hal saja yang dianggap perlu untuk perkenalan per-
           tama.
           Dalam statemennya, dikatakan tujuan keberadaan Gereja Katolik Bebas ini
           adalah untuk meneruskan karya Gurunya, yakni Yesus Kristus, dan untuk
           memelihara kawanan-Nya.
           Ditegaskan seterusnya bahwa Gereja Katolik Bebas merupakan badan yang
           mandiri, sama sekali tidak bergantung pada Takhta Suci di Roma atau pun
           pada kewibawaan badan lain di luar dirinya sendiri. Gereja Katolik Bebas
           bukanlah Katolik Roma maupun Protestan.
           Gereja ini menyebut dirinya Katolik Bebas (Liberal), karena pandangannya
           yang bebas (liberal) dan Katolik. Katolik, demikian keterangan selanjutnya,
           berarti  universal.  Tetapi  perkataan  ini  muncul  untuk  menunjukkan  pan-
           dangan dan praktek dari Gereja yang historis, yang berbeda dengan sekte-
           sekte  yang  muncul  kemudian.  Saya  kira  yang  dimaksud  dengan  “Gereja
           yang historis” ini adalah Gereja Katolik Roma. “Gereja Katolik Bebas”, lan-
           jut statemen itu,  “mengikatkan diri pada tradisi historis tersebut.” Hal ini
           akan nampak jelas dalam tulisan ini, betapa banyak persamaan antara prak-
           tek dan ajaran Gereja Katolik Bebas ini dengan Gereja Roma Katolik.
           Gereja ini menggabungkan bentuk peribadatan Gereja Katolik (Roma) den-
           gan kebebasan intelektual yang sangat luas dan hormat pada hati nurani
           setiap pribadi.







           6
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11