Page 73 - Karya-Karya Fransiskus Assisi - Bagian A. Peraturan Hidup
P. 73

Pth


                       Pasal XV
                       Pembawa damai

                       (1) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan
                                                                                               Mat 5:9
                       disebut anak-anak Allah.

                       (2) Orang  yang  dalam  segala  penderitaannya  di  dunia  ini  tetap
                       memelihara  kedamaian  dalam  jiwa  dan  raganya  demi  cintakasih
                       kepada  Tuhan  kita  Yesus  Kristus,  mereka  itu  sungguh-sungguh
                       pembawa damai.


                       Pasal XVI
                       Kesucian hati

                       (1) Berbahagialah  orang  yang  suci  hatinya  karena  mereka  akan
                                                                                               Mat 5:8
                       melihat Allah.

                       (2) Orang  yang  meremehkan  barang-barang  duniawi  dan  mencari
                       barang-barang surgawi, serta tidak pernah berhenti menyembah dan
                       memandang Tuhan Allah yang hidup dan benar dengan hati dan jiwa
                       yang murni , mereka itu sungguh-sungguh suci hatinya.
                                  116

                       Pasal XVII
                       Hamba Allah yang tetap rendah

                       (1) Berbahagialah  hamba,  yang  tidak  lebih  bermegah-megah  atas
                                                                                               Mat 24:46
                       kebaikan    yang    diucapkan    dan    dikerjakan   Tuhan     dengan
                                                                                               bdkPthVI11:3
                       perantaraannya sendiri, daripada atas apa yang diucapkan dan yang
                                                                         (2)
                       dikerjakan Tuhan dengan perantaraan orang lain.  Berdosalah orang,
                       yang  mau  menerima  dari  sesamanya,  padahal  tidak  mau  memberi
                       sesuatu pun dari dirinya sendiri kepada Tuhan Allah.

                       Pasal XVIII
                       Tenggang hati terhadap sesama


                       (1) Berbahagialah  orang,  yang  sabar  menerima  sesamanya  dalam

                       kelemahannya,  sebagaimana  ia  pun  ingin  diterima  oleh  sesamanya

                       dengan sabar, sekiranya ia sendiri berada dalam keadaan serupa.
                       (2) Berbahagialah hamba, yang menyerahkan kembali semua yang baik
                       kepada Tuhan Allah; sebab siapa menahan sesuatu bagi diri sendiri,
                       ia menyembunyikan uang  Tuhan Allahnya di  dalam dirinya, maka apa
                       yang pada sangkanya dimilikinya, akan diambil darinya.                  Mat 25:18


                       116    "kesucian  atau  kemurnian  hati"  dimaksudkan  sebagai  sikap  yang  lepas  dan  bebas  secara
                           sempurna untuk menyembah Allah karena sudah bebas dan lepas dari semua ikatan "daging".
                           Tidak melekat pada dunia dan pada diri sendiri merupakan syarat untuk dapat mengarahkan
                           diri sepenuh-penuhnya kepada Allah, dengan kata lain untuk dapat mengabdi-Nya dengan hati
                           yang suci murni.
                                                                 73
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78