Page 106 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 106

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           biar disingkirkan, warisan Klara tidak dapat dibunuh lagi.
           Meskipun Klara merasa diri dipanggil oleh Tuhan, “yang berkenan mene-
           rangi hatinya”, dan yakin tentang apa yang mesti  ia sumbangkan kepada
           umat Allah sepanjang masa, namun ia pun cukup “miskin” untuk tidak me-
           naruh kepercayaan kepada dirinya dan membuat dirinya menjadi sasaran
           harapan. Ia tahu bahwa cita-citanya mempunyai ciri eskatologis, termasuk
           ke dalam dan teruntuk bagi dunia lain, dunia ciptaan Allah melalui Yesus
           Kristus. Selalu hanya akan ada sebuah “kawanan kecil yang dilahirkan Bapa
           di  dalam Gereja-Nya untuk mengikuti  kemiskinan  dan  kerendahan Anak
           Bapa yang terkasih serta kemiskinan dan kerendahan Bunda-Nya, Perawan
           yang termulia”.  Dan  kawanan  kecil  itulah  yang  berperan  di  dalam dunia
           sekarang ini sebagai teladan dan cermin dunia lain itu bagi seluruh umat Al-
           lah, supaya selalu insaf akan apa yang sungguh-sungguh bernilai dan ber-
           harga.
           “La Poverella” tidak meminta kasihan bagi dirinya dari pihak siapa pun. Per-
           juangan, eksistensi Klara, sebenarnya tidak gagal. Ia tetap pemenang yang
           jaya,  dalam  segala-galanya  senasib  dengan  Tuhan  dan  Mempelainya.
           Dengan  mengajak  Agnes  dari  Praha,  Klara  sebenarnya  menggambarkan
           kepribadian rohaninya sendiri sebagai berikut:

                  Ya, ratu dan penganten Kristus, hendaklah tiap-tiap hari bercermin
                  kepada-Nya dan mengamati wajah anda di sana. Dan dengan demi-
                  kian hendaklah anda berdandan, lahir batin dan selengkap-lengkap-
                  nya, berpakaian dan berselubungkan kain beraneka warna, berhias-
                  kan  bunga-bungaan  dan  dandanan  segala  kebajikan,  sebagaimana
                  mestinya, ya puteri dan penganten terkasih Raja Yang Mahatinggi.

                  Dalam cermin itu terpantul  kemiskinan bahagia,  kerendahan  yang
                  suci dan kasih yang tak terperikan, sebagaimana berkat kasih karunia
                  Allah anda sendiri dapat mengamatinya terpapar pada seluruh cer-
                  min itu.
                  Saya berkata: perhatikanlah bagian pertama cermin itu, ialah kemis-
                  kinan Dia yang terletak di palungan terbendung dengan lampin.
                         O Kerendahan yang patut dikagumi!
                         O kemiskinan yang menakjubkan!

           104
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111