Page 104 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 104

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           sekian banyak tokoh yang tidak seimbang. Kendati ketegangan terus-mene-
           rus  antara  kekatolikannya  dan  semangat  injili,  karismatik  dan  kenabian,
           Klara berhasil menanggung ketegangan itu dan dengan sepenuh-penuhnya
           mempertahankan kedua-duanya. Dan justru dalam hal itulah terletak kebe-
           saran kepribadian rohaninya.
           Demi cintanya kepada Kristus yang benar-benar hidup bagi Klara dan yang
           beristerikan Tuan Puteri Kemiskinan, Klara berani, bergulat dengan siapa
           pun, dengan familinya, dengan pejabat-pejabat Gereja, dengan Sri Paus sen-
           diri. Dan Klara menjadi berani justru oleh karena ia miskin secara total dan
           menyeluruh. Dan begitu Klara berbeda dengan sekian banyak tokoh di za-
           mannya dan di lain-lain zaman, yang hanya pura-pura miskin atau hanya
           separuhnya. Kemiskinan menyeluruh itu dapat membakar semangat Klara
           sedemikian rupa sehingga hatinya mencetuskan sajak dan nyanyian sebagai
           berikut:
                  O Kemiskinan yang bahagia,
                  yang memberikan kekayaan kekal kepada mereka
                  yangmencintai
                  dan memeluknya!
                  O Kemiskinan yang suci
                  kepada mereka yang memiliki dan menginginkannya,
                  dijanjikan oleh Allah kerajaan sorga
                  dan pasti diberikan kemuliaan kekal dan hidup bahagia.
                  O kemiskinan yang berbakti
                  yang mau diutamakan dan dipeluk
                  oleh Tuhan Yesus Kristus
                  yang dahulu dan sekarang memerintah langit dan bumi,
                  yang berkata maka terjadi semua.

           Bagi orang yang dapat menyanyi dengan cara demikian, kemiskinan itu bu-
           kan  soal  ekonomi,  melainkan  masalah  religius  yang  mendasar,  yang  me-
           nyangkut seluruh eksistensinya.

           Memang gelar yang paling tepat bagi Klara ialah “La Poverella”. “La Pove-
           rella” tampil dalam abad ketiga belas di samping “Il Paverello”sebagai “se-
           paruh hatinya”. Gejolak religius yang di masa itu melanda kekristenan, oleh
           karena  kembali  menjadi  sadar  akan  Injil  Yang  mempribadi  dalam  Yesus

           102
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109