Page 101 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 101
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
masa itu disebut sakramen orang yang mendekati ajalnya. Klara menjadi
sembuh sedikit, tetapi jelaslah bahwa hidupnya tidak lama lagi. Selanjutnya
Klara hampir terus menerus berbaring di tempat tidurnya.
Sekitar tahun 1251Klara selesai menyusun Anggaran Dasarnya sendiri, yang
mungkin sudah dimulai tahun 1247. Kalau demikian, maka Klara mulai
mengarang Anggaran Dasarnya sendiri pada saat Inosentius mengeluarkan
“Anggaran Dasar Fransiskusnya” yang menyangkal fransiskanisme Klara.
Dalam menyusun Anggaran Dasarnya, Klara mungkin sekali mendapat ban-
tuan dari Kardinal Raynaldus. Anggaran Dasar Klara itu merupakan gabun-
gan antara saduran Anggaran Dasar Fransiskus (th. 1223 dan 1221), beberapa
dokumen dasariah (Pola Dasar Hidup, Wasiat Fransiskus, “privilegium pau-
pertatis”) dan aturan-aturan yang disadur seperlunya, dari konstitusi-konsti-
tusi Hugolinus dan Innocentius IV. Ditambah beberapa hal dari pengalaman
Klara sendiri. Dan keseluruhan Anggaran Dazar itu disusun Klara dengan
memakai latar belakang “kebiasaan-kebiasaan St. Damiano”. Oleh karena
Klara memanfaatkan berbagai dokumen resmi yang disyahkan, Klara sedikit
banyak terluput dari larangan konsili Lateran IV sehubungan dengan Ang-
garan Dasar baru. Maka para ahli hukum Paus tidak terlalu banyak
berkeberatan dan lebih kurang merasa puas.
Pada tahun 1252 Klara sakit parah lagi. Sejak saat itu, ia tidak dapat bangun
dari tempat tidurnya sampai ia meninggal. Anggaran Dasarnya sudah selesai
disusun. Waktu dikunjungi kardinal Raynaldus dan diberi komuni suci
olehnya, Klara meminta agar beliau sebagai kuasa Paus mensahkan Ang-
garan Dasarnya itu. Permohonan itu dilayani juga. Pengesahan itu pasti
menghibur Klara, meskipun ia belum merasa aman seluruhnya. Pada tahun
itu juga Klara mendapat pengalaman mistik yang luar biasa. Dari atas tempat
tidurnya di St. Damiano ia dapat mengikuti perayaan Natal di Gereja
Saudara-saudara Dina, tempat Fransiskus dikuburkan, dan yang dibangun
secara meriah oleh Minister umum, Elias. Hati Klara tetap bersatu dengan
Fransiskus yang pernah memperagakan Kristus di palungan. Tidak lama
kemudian, tahun 1253, adik Klara Agnes kembali ke St. Damiano, barangkali
dipanggil oleh Klara. Pada waktu yang kira-kira sama, Klara menulis su-
ratnya yang terakhir kepada Agnes dari Praha. Surat itu semacam Surat
minta diri dan kesaksian kentara atas kematangan rohani Klara. Selama sa-
kitnya yang terakhir, Klara masih ramai-ramai dikunjungi, baik oleh bekas-
99

