Page 107 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 107

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

                         Raja segala malaikat, Tuhan langit dan bumi, dibaringkan di palun-
                         gan.
                  Di bagian tengah cermin itu amatilah kerendahan, paling tidak kem-
                  iskinan  bahagia,  susah-payah  yang  tak  terbilang  banyaknya  serta
                  sengsara yang Ia tanggung untuk menebus umat manusia.

                  Di bagian terakhir cermin itu pandanglah kasih yang tak terperikan,
                  yang oleh karenanya Ia rela menderita di kayu salib dan wafat pa-
                  danya dengan cara yang jijik.

                  Terpasang pada salib, cermin itu sendiri mengajak semua yang lewat
                  untuk memperhatikan di situ apa yang mesti dipandang. Ia berkata:
                  Hai sekalian orang yang berlalu di jalan, pandanglah dan lihatlah,
                  apakah ada kesedihan seperti kesedihan-Ku. Mari kita, demikian kata
                  (Alkitab), dengan sehati dan sesuara, menjawab Dia yang berseru dan
                  menjerit itu: Aku selalu teringat dan jiwaku melebur di dalam diriku.
                  Semoga oleh kehangatan kasih itu anda selalu semakin menyala, o
                  permaisuri Raja sorgawi.
                  Dan  juga  dengan  memandang  kesukaan-Nya  yang  tak  terkatakan,
                  kekayaan dan kehormatan abadi, hendaklah anda sambil rindu ka-
                  rena kasih dan hasrat hati, berseru:
                         Tariklah aku di belakangMu,
                         marilah kita cepat-cepat berlari ke bau harum wangi-wangian-Mu,
                         hai Mempelai sorgawi.
                         Aku mau berlari dan tidak berhenti
                         sampai Engkau membawa aku masuk ke dalam rumah anggur
                         sampai tangan kiri-Mu ada di bawah kepalaku
                         dan tangan kanan-Mu memeluk aku menjadi kebahagiaanku,
                         dan dengan kecupan mulut-Mu yang paling membahagiakan Eng-
                         kau mencium aku.

           Itulah  Klara  yang  jatuh  cinta  kepada  Kristus  dan  mengikuti-Nya  di  jalan
           hidup-Nya sampai akhir. Bukan akulah yang hidup, melainkan Kristus yang
           hidup dalam aku. Sambil bercermin Klara tidak  melihat mukanya sendiri
           melainkan wajah Kristus.


                                                                                  105
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112