Page 100 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 100

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           membuka mata Klara. Cita-cita dasariah dapat terancam dari pihak pimpin-
           an tertinggi dalam Gereja. Klara juga tidak dapat menaruh terlalu banyak
           kepercayaan pada Saudara-saudara Dina. Sebab pengingkut-pengikut Fran-
           siskus  terus  bertikai  dan  berkelahi  satu  sama  lain  sekitar  gaya  hidupnya.
           Minister umum, Elias, seorang kepercayaan Klara, pada tahun 1239 sudah
           dipecat dari jabatannnya karena kebijaksanaannya yang terlalu otoriter dan
           yang mendorong perkembangan ordo ke arah yang tidak dapat disetujui te-
           man-teman Fransikus dahulu dan saudara-saudara rohaniwan. Setelah di-
           pecat,  Elias  membelot  kepada  Kaisar  Jerman,  musuh  kawakan  Sri  Paus.
           Saudara-saudara Dina mulai terlibat dalam bentrokan politik antara Kaisar
           dan Sri Paus: sebagian mendukung Kaisar, dan sebagian lagi mendukung
           Paus.
           Situasi  antara  para  Saudara-Saudara  Dina  turut  membahayakan  cita-cita
           Klara. Sebab pertikaian itu menyangkut kemiskinan. Ada sejumlah saudara
           “zelanti“, dipimpin oleh bekas teman-teman Fransiskus, orang bersemangat,
           yang ingin meneruskan gaya hidup semula yang mengandaikan kemiskinan
           mutlak. Tetapi ada juga sekelompok besar saudara (communitas) yang men-
           dukung perkembangan ordo ke arah klerikal, karya pastoral yang melembaga
           dan studi ilmiah. Semuanya itu mengakibatkan bahwa praktek kemiskinan,
           seperti  diperlihatkan  Fransiskus,  semakin  diperlunak  melalui  macam-
           macam  ”tafsiran”  dan  dispensasi.  Klara  tidak  melibatkan  diri  dalam
           pertikaian itu. Ia bersahabat dengan “zelanti”, seperti Leo atau Aegidius, tetapi
           juga mempunyai hubungan baik dengan Minister-minister umum yang men-
           dukung  perkembangan  itu.  Tetapi  sudah  jelas  bahwa  Klara  tidak  boleh
           mengharapkan terlalu banyak dukungan dari pihak Saudara-saudara Dina.
           Syukurlah sejak tahun 1248 Klara mendapat dukungan kuat dari pihak kar-
           dinal pelindung, Raynaldus, uskup Ostia dan Velletri. Raynaldus dei Conti di
           Segni itu adalah kemenakan Gregorius IX (Hugolinus) dan sejak 1227 (ketika
           Hugolinus  menjadi  Paus)  kardinal  pelindung  Saudara-saudara  Dina.
           Raynaldus itu nantinya akan menjadi Paus Alexander IV.
           Dalam situasi semacam itu Klara merasa perlu menyusun Anggaran Dasar-
           nya sendiri dan mengusahakan pengesahan oleh takhta apostolik. Hal ini se-
           makin mendesak oleh karena penyakit Klara semakin parah. Pada tahun 1250
           ia mengalami krisis gawat, sehingga sudah diberi sakramen orang sakit, di


           98
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105