Page 181 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 181
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
rendahan.
Maka di bawah rubiah-rubiah itu ada “sorores” (bukan: moniales), “servien-
tes” (suster pelayan) yang menangani kerja tangan dan material di biara dan
di kebun. Mereka melayani para “moniales” yang tidak lagi bersedia me-
nangani kerja tangan biasa.
Lebih lanjut lagi, kadang-kadang ada juga “conversae”. Ialah wanita-wanita
yang untuk “bertobat” (convertere) masuk biara. Mereka menjadi setengah
“biarawati”, semacam “oblatae”. Mereka pun menangani kerja tangan di da-
lam dan di luar biara.
Akhirnya sana sini malah terdapat “mulieres servientes”. Ialah wanita
(awam) yang menangani pekerjaan di luar (pingitan) biara sama sekali. Ka-
dang-kadang mereka setengah budak dan malah – di Spanyol – budak belian
(muslimat).
Ada sementara biara penganut Anggaran Dasar Urbanus yang menampung
sejumlah puteri (bangsawati) di bawah umur yang tidak dimaksudkan se-
bagai calon Klaris. Mereka hanya dititipkan di dalam biara, meskipun Klara
tegas melarang praktek macam itu. Ada juga yang menampung sejumlah
laki-laki (semacam “oblati”) yang juga bekerja untuk para rubiah, yang
hidup tenang-tenang saja, sebab segalanya serba terjamin.
Begitulah biara-biara Klaris/Urbanis menjadi cerminan sempurna dari
masyarakat feudal di sekitarnya. Masyarakat itu justru mau didobrak dan
dirombak Klara dan sedang dalam proses menghilang.
B. Mutiara Yang Digali Klara Terpendam Kembali
Kemerosotan paling parah menyangkut mutiara yang diwariskan Klara
kepada pengikut-pengikutnya, yakni “Kemiskinan yang amat suci”. “Privi-
legium paupertatis” sudah dicabut (Urbanus IV) dan itu membuka pintu un-
tuk masuknya harta milik dan kekayaan. Sana-sini memang ada biara Kla-
ris/Urbanis yang miskin benar, bahkan melarat. Tetapi kemiskinan itu bi-
asanya terpaksa, bukan suka-rela dan atas kehendak para Klaris. Mereka
menerima, terlalu banyak orang dan tidak berhasil memperoleh harta milik
yang secukupnya. Tetapi kebanyakan biara mempunyai harta milik cukup,
malah luas. Harta milik tetap berupa tanah, kebun anggur/zaitun, rumah-
179

