Page 201 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 201
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
Angelina lahir pada tahun 1377. Ia dipaksa kawin, hanya tidak lama karena
suaminya meninggal. Angelina menolak kawin lagi, bahkan menghasut put-
eri-puteri dari saudara-saudaranya serta kenalannya untuk menolak
perkawinan dan menolak semua lamaran. Agitasi Angelina itu membangkit-
kan kemarahan para putera yang mencari istri, tetapi terus ditolak. Angelina
lalu dituduh menganut bidaat (Kathar, Albigens). Pada tahun 1395 ia
mendapat hukuman pembuangan, sehingga harus meninggalkan tempat
asalnya (Montigiore). Ia pergi ke Asisi. Di sana ia mendapat penglihatan yang
menyuruhnya mendirikan sebuah komunitas Tertiaris berpingitan di Fo-
ligno. Uskup Foligno mendukung Angelina dan seorang tuan tanah
menghadiahkan sebidang tanah. Pada tahun 1397, rumah Tertiaris berpi-
ngitan yang pertama dibuka. Angelina menjadi Abdis. Kemudian Angelina
mendirikan 15 rumah lain, sehingga terbentuk semacam “Kongregasi Ter-
tiaris berpingitan”, sebab Angelina menjadi atasan semua rumah itu. Salah
satu biara Angelina pada tahun 1429 di buka di Florence. Angelina mening-
gal pada tahun 1435.
Adapun Antonia dari Florence segera menggabungkan diri dengan komuni-
tas itu. Beberapa tahun kemudian Antonia diangkat menjadi Abdis biara in-
duk di Foligno, tempat juga Angelina tinggal. Kemudian Antonia diutus un-
tuk membuka biara baru di Aquila. Di sana Antonia bertemu dengan Yo-
hanes dari Capistrano. Terkesan oleh semangat “Observan” itu, Antonia
menginginkan suatu gaya hidup yang lebih ketat lagi, yaitu gaya hidup Klara
yang asli.
Yohanes dari Capistrano berhasil membeli suatu biara Augustines di Aquila.
Di sana Antonia memulai hidup Klaris yang asli, dibantu dan dipimpin oleh
Yohanes dari Capistrano. Jelaslah pada Antonia ada sesuatu yang mempu-
nyai daya tarik yang besar. Sebab pada waktu ia meninggal (berusia 75 ta-
hun) komunitasnya terdiri atas 100 rubiah (1476).
Camilla (Baptista) Varani (1451-1517) adalah seorang Klaris mistika. Melalui
tulisan-tulisannnya, ia mendukung pembaharuan para Klaris. Camilla ada-
lah putri raja muda (duce) Camerino, yaitu Julius Caesar. Waktu berumur 10
tahun ia mendengar khotbah seorang Fransiskan, yaitu Markus dari Monte-
gallo (observan) mengenai sengsara Kristus. Camilla begitu terkesan se-
hingga selanjutnya perhatiannya terpikat oleh Yesus yang menderita. Ia
199

