Page 200 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 200

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

           menghasilkan  juga  beberapa  Paus).  Waktu  berumur  11  tahun  Eustokhia
           secara formal dikawinkan dengan seorang bangsawan. Tetapi satu dua tahun
           kemudian  “suaminya”  sudah  meninggal,  sebelum  hidup  bersama.  Waktu
           berumur 14 tahun Eustokhia masuk Klaris di Basico. Di sana hidup rohani-
           mistiknya menjadi matang. Dan mistiknya sungguh bercirikan fransiskan.
           Sebab  seluruh  berpusat  Yesus  selagi  hidup  di  dunia.  Secara  “rohani”
           Eustokhia berziarah ke Tanah Suci dan mengunjungi di sana semua tempat
           suci. Secara mistik ia ikut serta dalam hal-ihwal Yesus. Waktu kota Mesina
           dilanda wabah pes, Eustokhia merelakan diri untuk merawat mereka yang
           kena, baik dalam komunitasnya sendiri maupun di antara orang miskin di
           kota Mesina.

           Tetapi Eustokhia kurang puas dengan cara hidup Klaris (Urbanis) di Basico.
           Ia ingin kembali ke gaya hidup Klara sendiri. Atas prakarsa Eustokhia dan
           dengan izin Paus Calixtus III, Eustokhia mendirikan biara baru (dibiayai oleh
           familinya) di bukit yang disebut Monte Vergina (1457). Klaris-klaris lain masih
           mencoba  menghalangi prakarsa  Eustokhia,  tetapi  gagal.  Setelah  mencapai
           umur sesuai dengan hukum Gereja (30 tahun), Eustokhia menjadi Abdis dan
           menjabat Abdis sampai meninggal pada usia 36 tahun.
           Antonia dari Florence (1401-1476) adalah salah seorang dari sekian banyak con-
           toh  lain,  bagaimana  seseorang  melalui  Ordo  III  memberi  semangat  baru
           kepada Ordo II (dan Ordo I). Antonia juga seorang bangsawati dari Florence,
           yang  masih  muda  dikawinkan.  Ia  mendapat  seorang  anak  laki-laki,  yang
           dikemudian hari menjadi gangguan besar baginya. Perkawinannya lekas ter-
           putus oleh karena suami Antonia meninggal. Pada tahun 1429 Angelina dari
           Marsciano telah mendirikan sebuah biara Ordo III di Florence. Ini rubiah-ru-
           biah  Ordo  III, lengkap  dengan  pingitan.  Selama  abad  XIV  Ordo  III  (yang
           pada  tahun  1289  mendapat  Anggaran  Dasarnya  dari  Paus  Nicolaus  IV)
           berkembang ke arah hidup membiara. Cukup banyak Tertiaris membentuk
           komunitas dengan seorang kepala, hidup bersama dan mereka menangani
           karya amal kasih. Bahkan boleh jadi mereka juga berkaul. Tetapi kaulnya tid-
           aklah “resmi” dan kelompok-kelompok itu menurut hukum Gereja yang ber-
           laku tidak termasuk “hidup membiara”. Angelina dari Marsciano maju se-
           langkah lagi dengan mendirikan komunitas Tertiaris dengan pingitan dan
           kaul meriah, sehingga menurut hukum Gereja termasuk kaum biarawan.


           198
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205