Page 198 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 198
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
kerap kali tidak tahan lama. Sebab banyak biara Klaris yang diperbaharui itu
tidak menerima Anggaran Dasar Klara, tetapi Anggaran Dasar Urbanus IV
saja. Dan sudah dikatakan bahwa justru Anggaran Dasar itulah biang keladi
semua kemerosotan, sehingga pembaharuan yang dilaksanakan dalam
rangka Anggaran Dasar itu hanya memberantas kemerosotan paling parah
tanpa sungguh-sungguh menghidupkan kembali karisma Klara. Unsur-un-
sur yang menurut Klara paling panting tetap tidak jadi dihayati. Dan dalam
rangka Anggaran Dasar itu kemerosotan tidak lama kemudian kambuh lagi,
oleh karena Anggaran Dasar itu bukan sebuah sarana berdayaguna untuk
mengendalikan perkembangan semacam itu.
Di kalangan para Klaris sendiri tampil beberapa tokoh yang dari dalam
mencetuskan pembaharuan. Mereka tidak terpengaruh oleh Observantes
dan pun pula tidak sama sekali datang dari luar seperti Koleta. Pengaruh
tokoh-tokoh itu, mengingat gaya hidupnya dalam pingitan biasanya tidak
amat luas. Namun dalam batasnya mereka toh menyalurkan, mempertahan-
kan dan mengobarkan semangat dan cita-cita Klara. Beberapa di antara
mereka boleh disebutkan namanya.
Sezaman dengan Koleta di Perancis, di Milano (Italia) tampil ke depan Felicia
Mesta (1378-1441). Waktu berumur 12 tahun Felicia terpikat oleh suatu gaya
hidup ketat dan berulah-tapa dan ingin tetap perawan. Waktu cukup umur
ia masuk Klaris (Urbanis) di biara S. Ursula di Milano. Di sana hidup selama
25 tahun. Jadi ia ikut serta dalam pembaharuan biara itu yang dilancarkan
para Observantes. Oleh karena menjadi Abdis, Felicia turut mendorong pem-
baharuan itu. Tetapi pembaharuan itu tetap tinggal dalam rangka Anggaran
Dasar Urbanus, sedangkan Felicia ingin seluruhnya kembali kepada Ang-
garan Dasar Klara. Maka akhirnya ia memulai suatu biara baru yang ber-
pegang teguh pada Anggaran Dasar Klara dengan kemiskinan mutlak sep-
erti yang diinginkan Klara. Sampai meninggal pada tahun 1441, Felicia men-
jabat Abdis dalam biara yang ia buka di Milano.
Seorang tokoh yang lebih mencolok mata ialah Katharina dari Bologna (1413-
1463). Ia seorang wanita bangsawati terdidik (puella litterata) dan berbakat
seni. Ia memang terdidik dalam lingkup istana penguasa setempat di Ferara.
Di situ ia berperan sebagai “abdi dalem” kehormatan bagi permaisuri
Margerta d’Este. Waktu berumur 13 tahun, Katharina bergabung dengan
196

