Page 197 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 197

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

           “pembaharuan” tidak di mana-mana diterima dengan senang hati dan ka-
           dang-kadang  sedikit banyak  dipaksakan  oleh  sementara  pembaharu  yang
           terlalu fanatik.

           Biara Monteluce di Perugia pada gilirannya menjadi sarang pembaharuan.
           Sebab Abdis S. Lucia tersebut kemudian dengan 9 rubiah pergi ke biara S.
           Cosimalo di Roma yang turut diperbaharui. Demikian pun pada tahun 1453
           biara S. Chiara Novella di Florence dan pada tahun 1453 biara di Urbina di-
           perbaharui. Dan masih ada lain-lain biara yang diikut sertakan dalam seman-
           gat pembaharuan itu. Biasanya dengan bantuan personalia dari Foligno dan
           Perugia.  Ternyata  dalam  kedua  biara  itu  ada  cukup  banyak  orang  yang
           bersemangat tinggi.
           Banyak biara Klaris lain pun terhanyut oleh semangat pembaharuan di Italia,
           terpengaruh oleh Bernardinus dari Siena, Yohanes dari Capistrano dan lain-
           lain tokoh dari kalangan para Observantes. Bernardinus malah berbangga
           bahwa memperbaharu tidak kurang dari 200 biara Klaris di Italia. Tetapi jelas
           pula bahwa di kalangan para Klaris terjadi perpecahan. Ada yang mau men-
           jadi “Observan” dengan menerima Anggaran Dasar Klara, ada yang hanya
           menghayati Anggaran Dasar Urbanus dengan lebih ketat dan setia, ada juga
           yang tidak mau ikut serta dalam pembaharuan.

           Ketegangan itu diilustrasikan sebuah insiden kecil dalam biara S. Apolinaris
           di Milano. Sekitar tahun 1490 pimpinan biara itu minta dan mendapat izin
           Tahta  Suci  untuk  menempatkan  diri  di  bawah  pimpinan  para  Observan,
           mengganti Conventuales. Tetapi 10 rubiah tidak mau mengubah apa-apa, se-
           dangkan 30 mendukung pembaharuan. Akibatnya 10 rubiah itu meninggal-
           kan  biara  itu  dan  pergi  ke  tempat  lain.  Namun  S.  Apolinaris  selanjutnya
           subur berkembang.
           Insiden itu pun memperlihatkan bahwa para Klaris kadang-kadang menjadi
           perebutan antara Observantes dan Conventuales. Ketegangan dan perebutan
           itu nampak sekitar Koleta (yang tetap tidak mau bergabung dengan Obser-
           vantes). Tetapi hal serupa terjadi di lain-lain tempat juga. Ketegangan antara
           Observantes dan Conventuales dalam Ordo I memecah-belahkan para Klaris
           juga. Namun tidak pernah menjadi “dua ordo” (kecuali dengan Koleta) oleh
           karena para Klaris tidak membentuk sebuah “ordo” dengan arti kata biasa.
           Tiap-tiap biara mandiri. Itu pun sebabnya mengapa pembaharuan tersebut

                                                                                  195
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202