Page 187 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 187
Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara
kapitel dan sebagainya. Yang satu mendukung Paus yang satu, yang lain
mendukung Paus yang lain. Masing-masing Paus juga mencari dukungan
Ordo I, yang besar sekali dan luas pengaruhnya. Untuk mendapat dukungan
itu masing-masing Paus memberi privilege, dispensasi yang semakin besar
dari segala ikatan dan hukum, antara lain Anggaran Dasar. Dapat dipahami
bahwa skisma itu memadamkan semangat keagamaan, religius dan ketaatan.
Klaris tentu saja tidak terluput dari kemerosotan dan kekacauan umum.
BAB III
PEMBAHARUAN BERCABANG
(1400-1517)
A. Awal Mulanya
Dengan demikian sudah jelas bahwa pada awal abad XV (1400-1500) baik
Ordo I maupun Ordo II membutuhkan suatu pembaharuan yang mendalam.
Dalam Ordo I pembaharuan itu sebenarnya sudah mulai pada tahun 1346.
Tetapi usaha pertama itu gagal. Namun menjelang akhir abad XIV semangat
bangkit lagi, mendapat dukungan dan semakin kuat. Jagonya ialah Paulus
(Paulucio) dari Tria. Pada tahun 1368 dengan sejumlah teman ia mulai kembali
menghayati Anggaran Dasar Fransiskus, di Brugliano, Italia, dengan
persetujuan Minister umum, Thomas Frignato. Di antara para Klaris pun se-
mangat sejati belum seluruhnya mati. Boleh disebut Perinella, abdis di Mon-
ticelli, yang dalam biaranya mempertahankan ketertiban dan kemiskinan
sesuai dengan cita-cita Klara.
Gerakan pembaharuan dalam Ordo I sesudah tahun 1370-1380 berkembang
dengan pesat, khususnya di Italia. Gerakan itu mendapat dukungan dari
pihak Paus Gregorius XI (1370-1378). Sampai tahun 1390 gerakan itu dipimpin
oleh Paulus de Trinci (Tria), orang bersemangat, bijaksana dan berbobot. Ia
diganti oleh Yohanes de Stroncone. Semakin banyak biara Ordo I bergabung
dengan pembaharuan itu. Di dalam Ordo I biara-biara itu membentuk suatu
kesatuan tersendiri dengan pimpinan (pusat) sendiri, meskipun di bawah
Minister umum. Selama abad XV gerakan itu – dinamakan Observantes – se-
makin luas, dipimpin oleh tiga, empat saudara berbobot, yakni Yohanes dari
Capistrano, Bernardinus dari Siena, Yakobus dari Markhia dan Albertus dari
185

