Page 183 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 183

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

           “pengurus”  atau  “provisor”  atau  pun  sebuah  panitia.  Orang-orang  itulah
           yang pergi menarik hasil bumi, uang sewa dan sebagainya yang menjadi hak
           biara. Dan kalau perlu mereka menangani perkara-perkara dalam pengadi-
           lan (gerejani dan sipil). Jelas sering kali ada sengketa yang melalui pengadi-
           lan mesti dibereskan. Orang-orang itu tentu saja mesti mendapat “gaji” yang
           layak dan tidak jarang mereka cukup korup juga.

           Urusan harian para Klaris boleh jadi ditangani oleh Saudara Dina, meskipun
           tidak ada lagi ikatan sekuat yang dikehendaki Klara. Tidak sedikit biara Kla-
           ris tetap menampung sejumlah Saudara Dina. Kadang kala salah satu di an-
           taranya  diberi  gelar  “guardianus”  biara  Klaris  dan  propinsial  menjadi
           “praesidens”.  Hanya  sekarang  Klaris  mesti  juga  menjamin  penghidupan
           Saudara-Saudara Dina itu (terbalik dari apa yang dimaksudkan Klara dan
           Fransiskus). Biara-biara besar di Napels, yang didirikan permaisuri Slancia,
           mempunyai tidak kurang dari 50 Saudara Dina untuk melayani para Klaris
           di sana. Di Bologna ada 15 Saudara Dina, yang nafkahnya wajib di jamin oleh
           para Klaris.

           Ada pelbagai sebab-musabab yang mengakibatkan para pengikut Klara agak
           banyak meninggalkan jalan yang digariskan Klara. Satu di antaranya ialah:
           Sejak awal mereka yang berorientasi kepada St. Damiano hanya sebahagian
           saja yang mengambil alih apa yang menjiwai Klara. Banyak di antaranya se-
           jak awal tidak asli. Mereka kan sudah terlibat dalam “gerakan para pentobat”
           atau  malah  sudah  menjadi  rubiah  (Benediktines  dsb).  Mereka  tidak  me-
           nyerap semangat Klara, tidak benar-benar melihat keaslian Fransiskanisme
           Klara.  Mereka  terlebih  menilainya  sebagai  suatu  “pembaharuan  hidup
           religius” (rubiah), tidak sebagai sesuatu yang serba baru.

           Kesalah-pahaman itu didukung oleh Anggaran Dasar (konstitusi) Hugolinus
           (Gregorius IX) dan Anggaran Dasar Innocentius IV. Di satu pihak mereka
           mendukung  dan  memajukan  gerakan  pentobatan  dan  kemiskinan  dan
           mengajak mereka bergabung dengan Klara. Di lain pihak mereka mengabur-
           kan gagasan pendorong Klara. Waktu akhirnya Anggaran Dasar Klara dir-
           esmikan,  halnya  sudah  terlanjur.  Situasi  sudah  terlalu  simpang-siur.  Ke-
           banyakan biara tinggal di jalur tradisional-rubiah dan tidak menempuh jalur
           Klara.
           Yang paling parah ialah kelompok St. Damiano sendiri yang akhirnya me-

                                                                                  181
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188