Page 191 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 191

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

           rikus  de  Baume  (de  Balma),  seorang  Conventual  dan  mistikus.  Ia  ditemani
           seorang nyonya bangsawati yang bernama Brissay. Kunjungan kedua orang
           itu oleh Koleta diartikan sebagai sebuah tanda dari Allah. Besama dua orang
           itu Koleta pergi mengunjungi Paus Benediktus XIII di Avignon. Paus pada
           saat itu berada di kota Nice. Di situ ia menerima Koleta serta kedua temannya
           itu. Paus begitu terkesan oleh kepribadian Koleta, sehingga Paus yang sudah
           lanjut  usia,  bersujud  di  depan  Koleta  waktu  masuk  ruang  Paus.  Koleta
           sebenarnya  sudah  mempersiapkan  suatu  tulisan  berisikan  maksud  dan
           rencananya  untuk  memulihkan  kedua  Ordo  Fransiskus.  Paus  sendiri
           mengambil tulisan itu dari tangan Koleta dan serta merta menyetujuinya.
           Pada saat itu pun Paus sendiri menerima Koleta sebagai anggota Ordo II dan
           menjadikannya Abdis. Jadi dengan dukungan penuh Paus itu, Koleta dapat
           mulai melaksanakan rencananya. Paus mengizinkan Koleta mendirikan se-
           buah biara Klaris baru dengan segala hak, kewajiban dan kedudukan biara-
           biara lain. Dalam biara baru itu Koleta boleh mengumpulkan wanita mana
           pun (yang berumur 18 tahun keatas), entah awam, entah reclusa, entah ter-
           tiaris,  entah  biarawati.  Pokoknya  Koleta  mendapat  kuasa  penuh,  sama
           dengan kuasa Paus sendiri dalam hal itu. Ia tidak dapat dihalangi oleh siapa
           pun.  Untuk  mengawasi  dan  mengurus  pembangunan  biara  baru,  Koleta
           boleh mengangkat sejumlah rohaniwan, entah Saudara-saudara Dina atau
           rohaniwan lainnya.
           Hanya pelaksanaan rencana Koleta tidak selancar diharapkan. Koleta kem-
           bali ke Corbie. Di sana ia hanya mendapat dua pengikut. Maka Koleta pindah
           ke Hesdin guna mendirikan biara di sana. Tetapi ia mendapat perlawanan,
           juga dari pihak Saudara-saudara Dina. Gardian (Yohaiaes Anet) yang dahulu
           mendukung Koleta sudah meninggal dan saudara-saudara lain di sana tidak
           bersedia  menerima  apalagi  mendukung  suatu  “pembaharuan”  yang  di-
           rencanakan Koleta dan antara lain tertuju kepada mereka juga.
           Koleta yang amat kecewa dan hampir putus asa mendapat pertolongan dari
           seorang nyonya bangsawati bernama  Blanche dari Geneva. Kepada Koleta
           serta  kedua  temannya  ia  menawarkan  sebagian  dari  rumah  (istana)nya.
           Maka  di  sana  dengan  berkat  Paus  Benediktus  XIII  komunitas  yang  amat
           kerdil itu menetap. Menjelang akhir tahun 1407 Koleta mendengar tentang
           sebuah biara Klaris (didirikan tahun 1290) di Besancon, yang hampir  saja
           tertinggalkan. Gedungnya sudah roboh dan hanya tersisa dua rubiah. Koleta
                                                                                  189
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196